Media Dakwah Harus Berperan Dalam Tangkal Radikalisme

- Editor

Rabu, 11 Agustus 2021 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mediakarya – Penggunaan internet sebagai media dakwah merupakan kesempatan sekaligus tantangan untuk mengembangkan dan memperluas cakrawala dakwah Islamiyah.

Konten-konten keagamaan di era pandemi diharapkan dapat berperan dalam penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional sekaligus juga sebagai penyaring atau filter umat dari segala hoax, fitnah atau berita palsu.

Demikian mengemuka dalam webinar bertajuk Media Dakwah di Era Digital yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (11/8). Webinar via zoom yang bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1443 H itu diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Tenaga Ahli Menkominfo, Devie Rahmawati dan content creator, Husein Ja’far Al Hadar sebagai pembicara.

Menurut Meutya Hafid, berdakwah adalah sebuah keharusan bagi ulama atau kiai dengan materi-materi yang relevan dan up to date dengan isu yang hangat di masyarakat. Meski begitu, syiar keagamaan di ranah digital pada dasarnya telah memiliki aturan hukum yang sudah ada, seperti di UU Penyiaran, UU Pornografi dan UU tentang ITE.

“Dimana isi siaran atau konten yang dilarang adalah yang bersifat fitnah, hoax, menghasut, menpertentangkan SARA, sekaligus konten yang merendahkan nilai-nilai martabat agama dan manusia Indonesia,” ujarnya.

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengatakan pendakwah perlu beradaptasi di ruang digital untuk pemahaman literasi keagamaan dengan memperbanyak konten-konten digital beragama yang inklusif dan toleran. “Literasi keagamaan diperlukan untuk tangkal radikalisme dan terorisme,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Kepri Minta APH Tindak Tegas Pemasok Sapi Ilegal di Batam

Meutya Hafid menilai keterlibatan kalangan Islam moderat dalam pertarungan wacana di media sosial akan memberikan harapan bagi Islam di Indonesia setidaknya dapat meminimalisir potensi radikalisme dan intoleransi terutama di kalangan anak-anak muda serta sekaligus mengembalikan benih-benih moderatisme dan inklusifisme beragama di Indonesia.

Di acara yang sama, Tenaga Ahli Menkominfo, Devie Rahmawati mengatakan dakwah adalah bagian dari komunikasi umat, namun sayangnya saat ini acap kali ruang-ruang digital banyak diisi dengan berita informasi hoax atau palsu.

“Jadi bukan salah dakwahnya, tapi karena memang ruang-ruang digital itu dimanfaatkan oleh semua orang baik yang berpikir positif maupun berpikir negatif untuk menyebarkan informasi atau hal-hal yang mereka anggap penting,” kata Devie.

Sementara itu content creator, Husein Ja’far Al Hadar mengungkapkan saat ini banyak orang yang mengisi dakwahnya melalui media sosial atau platform digital.

Ia menilai banyak pendakwah yang secara base keagamaan sangat baik dan cakap, namun tidak cocok secara konteks misalnya saja soal materi konten yang tidak sesuai dengan usia audiens.

“Sehingga apa yang disampaikan baik dan benar secara agama namun tidak sesuai dengan konteks, ia berisi tuntunan tapi tidak menarik secara tontonan,” ujarnya. (Aep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS
Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan
Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke GolkarĀ 
Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan

Berita Terbaru