Antara Giring dan Anies, Siapa yang Lebih Berkualitas?

- Editor

Selasa, 28 Desember 2021 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Nama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha yang juga mantan vokalis Nidji dalam beberapa pekan belakangan ini masih jadi perbincangan publik.

Hal itu merupakan buntut dari pernyataan Giring yang baru-baru ini menyinggung sosok pemolitisasi agama pecatan Presiden Jokowi. Sejak terjun ke dunia politik, bukan sekali dua kali saja pernyataan Giring itu menuai kontroversi.

Nama Giring jadi buah bibir berulang kali karena kritikannya ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga ambisinya untuk mencalonkan diri di Pemilihan Presiden 2024.

Padahal, di kancah perpolitikan nasional, prestasi Giring sendiri belum pernah muncul. Bahkan saat dialog di salah satu program tv nasional, stetemen politik Giring hanya jadi bahan cirbiran netizen.

Menanggapi pernyataan Giring yang menuai kontroversi itu, analis kebijakan politik, Iwan Suhanto menilai bahwa sejak awal partai ini berdiri sudah tidak memenuhi syarat sebagai parpol secara kualitatif.

Menurut dia, sebagai indikatornya karena personil di dalamnya tidak memenuhi syarat kualitatif seorang politisi. Oleh karena itu, Irwan berpandangan agar publik tidak terjebak ke dalam persoalan statemen personil Ketua Umum PSI dalam hal ini Giring Ganesha. Sebab pernyataan Giring ini bukan perkara baru. Karena hampir semua statemen politisi partai ini berkarakter sama.

Baca Juga:  Kementerian Kebudayaan Bersama Swasta Tambah 51 Layar Bioskop di 17 Kabupaten di Jawa

Kendati demikian, kata Irwan, secara politis sangat mungkin justru pernyataan Giring itu akan mendongkrak popularitas Anies, atau setidaknya untuk mengkonsolidasikan kekuatan suara pendukung Anies yang mulai terpecah akibat kebijakan pemrov DKI atau karena adanya figur Capres lain.

Namun Irwan memiliki penilaian lain bahwa pernyataan Giring itu harus dilihat kokteksnya. “Karena memang statemen ini keluar sekonyong-konyong tanpa ada triger yang cukup bisa jadi alasan menyerang. Dan buat Anies statemen Giring bisa jadi menguntungkan,” kata Irwan kepada Mediakarya, Selasa (28/12/2021).

Jadi, kata Irwan, bila ada stetemen balik menyerang Giring karena membela Anies, justru itu akan lebih menguntungkan keduanya, baik Anies maupun Giring. Tapi kualitas dari kedua orang tersebut tentunya publik sudah dapat menilai dengan cerdas.

“Tapi kita jangan mau terjebak dalam kontroversi Giring itu, Karena sangat mungkin ini sebuah persekongkolan politik di bawah meja. Tapi apapun itu bangsa kita harus menghindari poitik tanpa moral,” tandas Irwan.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
RUU Penyiaran Diharapkan Tidak Batasi Kreativitas Para Kreator Digital
IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra
Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Nias Selatan Gelar Open Turnamen Tenis Meja Ganda Putra
Dinilai Sosok Humanis, Etos Indonesia Dukung Komjen Asep Edi Suheri Gantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo
BPA pada Air Minum Dalam Kemasan Aman? Begini Tanggapan Ketua BPKN RI

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:08 WIB

IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:13 WIB

4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:22 WIB

RUU Penyiaran Diharapkan Tidak Batasi Kreativitas Para Kreator Digital

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:02 WIB

IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra

Berita Terbaru