KOTA BEKASI, Mediakarya – Dinas Pendidikan Kota Bekasi meminta sekolah yang melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk memaksimalkan keberadaan Usaha Keaehatan Sekolah (UKS) dalam mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah menegaskan, agar pihak sekolah saat ini bisa memaksimalkan keberadaan UKS sebagai salah satu upaya memberikan kenyamanan siswa saat melaksanakan PTMT.
“Ruang UKS tersebut nantinya juga bisa berfungsi sebagai ruang isolasi sebagai pencegahan atau deteksi dini dari penyebaran virusnya,” jelas Kadisdik, Selasa (3/1/2022).
Ia menjelaskan, saat pelaksanaan PTMT apabila ada siswa yang kedapatan dalam kondisi tidak sehat atau panas, maka siswa tersebut bisa dibawa ke ruang UKS tersebut.
Kemudian di ruangan tersebut siswanya bisa terus dipantau panasnya, dan apabila panasnya masih tinggi, maka pihak sekolah bisa berkoordinasi langsung dengan Puskesmas setempat sebagai langkah penanganannya.
“Siswa yang kondisi fisiknya panas saat mengikuti PTMT, maka bisa dibawa ke ruang UKS atau ruang isolasi yang disediakan sekolah. Jika dalam waktu tertentu masih terpantau panas, maka bisa berkoordinasi dengan pihak Puskesmas sebagai langkah penanganan selanjutnya,” jelas Inayatullah.
Ia juga mengimbau kepada para orang tua siswa jika buah hatinya masih dalam kondisi panas atau tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan PTMT tersebut, maka disarankan untuk tidak ikut terlebih dahulu sampai kondisinya jauh lebih baik.
“Kalau pun ada kondisi dimana siswa terindikasi panas, maka diimbau untuk tidak mengikuti PTMT-nya dulu sampai kondisinya membaik,” bebernya.
Selain memaksimalkan keberadaan UKS, ia berharap melalui UKS ini pihak sekolah juga bisa memberikan edukasi dan sosialisasi secara rutin terkait prokes baik yang ada di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.
“Disdik Kota Bekasi berharap UKS terus mensosialisasikan prokes terhadap siswa, baik di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah,” tukasnya. (apl)











