Beranda / Megapolitan / DKI / Bang Juai Menjadi Perekat Keberagaman di Jakarta

Bang Juai Menjadi Perekat Keberagaman di Jakarta

JAKARTA, Mediakarya-Ketokohan Haji Juaini Yusuf, MM sudah tidak diragukan lagi. Di tengah seabrek kesibukannya sebagai Wakil Wali kota Jakarta Utara, bang Juai biasa pria betawi asli ini disapa tetap peduli terhadap keberadaan organisasi masyarakat (ormas) di Jakarta.

Sebagai ketua Forum Lintas Ormas (FLO) seakan menjadi perekat keberagaman yang ada di Jakarta.

Sebagai Ketua Umum Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta, Bang Juaini membawa visi yang lebih dari sekadar koordinasi antarorganisasi. FLO ia jadikan sebagai ruang perjumpaan, dialog, dan sinergi antara puluhan ormas dari berbagai latar belakang. Di tengah keberagaman suku, agama, dan pandangan, FLO tumbuh menjadi rumah bersama yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila.

“Di FLO, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga semangat kebersamaan, menumbuhkan cinta damai, serta mendukung program-program pemerintah,” ungkap bang Juai dengan nada tenang, namun penuh keyakinan saat ditemui wartawan, Senin (12/5).

Di bawah kepemimpinannya, FLO tak hanya berbicara dalam forum, tapi juga bergerak nyata di lapangan. Salah satu program yang konsisten dijalankan adalah blusukan kebersihan setiap hari Rabu. Kegiatan ini bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi roh bangsa ini.

Keterlibatan langsung Bang Juaini dalam program-program sosial membuatnya dekat dengan masyarakat. Tak heran jika banyak pihak menyebutnya sebagai tokoh yang mampu menjembatani perbedaan dengan cara yang bijak dan santun.

Di Jakarta, kota yang menjadi miniatur Indonesia, menjaga keharmonisan bukan perkara mudah. Namun kehadiran Bang Juai di FLO menghadirkan harapan baru. Ia merangkul ormas dan LSM dengan pendekatan kekeluargaan dan musyawarah. Gaya kepemimpinannya yang tenang namun tegas, membuatnya dihormati lintas kalangan.

Tak sedikit yang menyebut Bang Juaini sebagai “bapak ormas” di Jakarta. Julukan ini lahir bukan dari jabatan, melainkan dari ketulusan. Ia hadir, mendengar, dan menjembatani, bukan hanya memimpin dari belakang meja.(dri)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *