Bima Arya Tekankan Dua Hal Kepada BRIN Soal Wisata Glow

- Editor

Rabu, 27 Oktober 2021 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, Mediakarya – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menekankan ada dua hal yang dianggap krusial soal wisata edukasi Glow kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum mengambil langkah membukanya secara resmi.
“Bukan hanya ada konservasi di situ, tapi ada aktivitas kebudayaan, kita hormati tujuan peziarah ke situ,” kata Bima Arya di sela meninjau penataan wilayah warga terdampak pembangunan jalur double track Bogor-Sukabumi di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Menurut Bima, baik pertimbangan indikasi gangguan konservasi tumbuhan dan hewan dari peneliti IPB di Kebun Raya Bogor, maupun unsur kebudayaan yang dirisaukan masyarakat perlu menjadi pertimbangan matang BRIN.
Jangan sampai aktivitas wisata Glow membuat kerusakan ekosistem, aktivitas wisata yang biasanya ada dan aktivitas budaya.
Diketahui, Bima Arya gencar meminta kajian dari peneliti IPB sejak kontroversi surat terbuka dari mantan Kepala Kebun Raya Bogor periode 1983-1987 Usep Soetisna, periode 1990-1997 Suhirman, periode 1997-2003 Dedy Darnaedi dan periode 2003-2008 Irawati bulan lalu.
Ia beralasan peneliti IPB dapat memberikan data-data untuk menyumbang saran ke BRIN dalam penentuan pembukaan wisata edukasi Glow yang menyuguhkan lampu led warna-warni selama tiga jam di malam hari.
Bima Arya pun menahan rencana pembukaan wisata malam tersebut dengan menyampaikannya ke publik, kemudian baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan BRIN dan IPB dan menyebut tengah menunggu kajian cepat.
Selanjutnya, ia menyampaikan selain kajian ilmiah mengenai konservasi, terdapat unsur kebudayaan yang patut dihormati BRIN.
Bima pun belum membuka poin-poin indikasi gangguan ataupun kerusakan yang mungkin terjadi ketika wisata Glow dibuka dari hasil kajian cepat peneli IPB.
Sementara, hingga kini desakan budayawan yang terus-menerus melakukan aksi protes di Kota Bogor dan Bandung tetap pada sikap menolak aktivitas wisata Glow.
“Pemerintah kota menginginkan agar Kebun Raya ini dikelola bersama-sama ya, sebaiknya dibentuk tim bersama antara pemerintah kota, BRIN dan IPB untuk memastikan pengembangan Kebun Raya ini tidak merusak ya,” kata Bima.(qq)
Baca Juga:  Bulan Ini Bakal Terjadi Fenomena Hari Tanpa Bayangan

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Ketua KORMI Nias Selatan Hadiri Undangan BPP-BAMUSPERNIS Untuk Hari Jadi Nias Selatan Ke-23 Tahun
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
DPD Bapera Jabar Siap Sukseskan Program Prabowo-Gibran dan KDM-Erwan Setiawan
Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:57 WIB

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:38 WIB

Ketua KORMI Nias Selatan Hadiri Undangan BPP-BAMUSPERNIS Untuk Hari Jadi Nias Selatan Ke-23 Tahun

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB