BNPT Perkuat Sinergi Tangani Kejahatan Luar Biasa Bersama KPK-BNN

- Editor

Rabu, 24 November 2021 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat sinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka menangani kejahatan luar biasa di Tanah Air.

“Melalui upaya bersama ini potensi ancaman di tiga kejahatan akan tereliminasi dengan baik,” kata Kepala BNPT Boy Rafli Amar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dilansir dari antara, ia mengatakan terorisme, narkoba dan korupsi merupakan kejahatan transnasional dan terorganisasi yang dapat menghambat pembangunan Indonesia. Ketiganya bahkan saling terhubung untuk mendukung tindak kejahatan yang lebih masif.

Contohnya, lanjut dia, narco-terrorism yakni aksi terorisme yang didanai dari perdagangan gelap narkoba. Tidak hanya di Indonesia, praktik narco-terrorism juga kerap terjadi di negara lain dan menyebabkan berkembangnya eksistensi kelompok teror di dalam maupun luar negeri.

Terorisme dan korupsi juga terkait satu dengan yang lainnya. Kejahatan itu berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat, praktik korupsi juga dapat menjadi pemicu radikalisme dan terorisme.

Tantangan melawan permasalahan bangsa di era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa terutama BNPT, BNN dan KPK.

Baca Juga:  Kantongi Dukungan XTC Batavia DKI, Prasetyo Ingatkan Jaga Soliditas

“Kolaborasi ini juga dilakukan dengan masyarakat luas, dan menjadi bagian penting agar kita saling bergandengan tangan dalam menghadapi musuh negara,” tutur Boy Rafli.

Ke depan, kolaborasi ketiga lembaga negara tersebut akan fokus pada upaya-upaya pencegahan kejahatan terorisme, narkoba dan korupsi.

Terkait terorisme, polisi yang bergelar adat “datuak rangkayo basa” tersebut menjelaskan kemajuan teknologi berkontribusi meningkatnya aktivitas terorisme. Proses radikalisasi, perekrutan, hingga pendanaan terorisme dapat dilakukan melalui internet.

Fenomena tersebut melahirkan aktor tunggal atau “lone wolf” dalam aksi terorisme. Sebagai contoh peristiwa yang terjadi di Mabes Polri pada awal 2021 silam.

“Kelompok radikal sangat sadar dengan media sosial, mereka jadi sistematis karena didukung sumber pendanaan besar. Dengan uang itu, mereka melakukan radikalisasi dan terorisme,” ujar lulusan Akpol 1988 tersebut.

Ia mengatakan paham radikal tersebut saat ini sudah masuk ke tiap-tiap sendi negara termasuk di lembaga negara, lembaga pendidikan, bahkan organisasi keagamaan.

Menurutnya, perlu ada penguatan nilai kebangsaan yang didukung oleh pemerintah dan masyarakat agar tercipta daya tangkal terhadap radikalisme dan terorisme.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026
Pakar Sebut Gerindra-PDIP Makin Mesra, Jokowi-Gibran Justru Terpinggirkan Menuju 2029
Prabowo Puji Pramono Anung di Peresmian LRT Jakarta: Saya Akui Gubernur Hebat, Orang Baik, Meski Bukan dari Partai Saya
Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama
Sestama BNPB Bungkam Usai Diperiksa KPK
Pembentukan Pansel KPU Bawaslu DPR Tawarkan Dua Skema
Kemensos Pastikan 15 Juta Data Terdaftar di Perlinsos
Musda ke-XI Golkar Nias Selatan: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dibuka

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Pakar Sebut Gerindra-PDIP Makin Mesra, Jokowi-Gibran Justru Terpinggirkan Menuju 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Prabowo Puji Pramono Anung di Peresmian LRT Jakarta: Saya Akui Gubernur Hebat, Orang Baik, Meski Bukan dari Partai Saya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Sestama BNPB Bungkam Usai Diperiksa KPK

Berita Terbaru

Para siswi SMP Negeri 5 Kota Bekasi saat berbelanja di Pasar Tradisional Seroja

Daerah

Mulai Tergerus Jaman, Pasar Tradisional Kini Adaptasi

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:09 WIB