Bos Aktual TV Membuat Berita Hoax Untuk Keperluan Konten

- Editor

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Polda Metro Jaya bersama dengan Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap Direktur Aktual TV berinisial AZ yang menyebarkan konten hoax untuk mencari keuntungan. Selain AZ polisi juga meringkus dua tersangka lainnya berinisial M dan AF.

“Dari hasil pemeriksaan, mereka ternyata meng-upload konten ini dengan tujuan materi,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi ditemui di Polda Metro Jaya Jakarta.

Hengky mengatakan, tersangka sudah memproduksi konten hoaks selama 8 bulan. Konten tersebut bermuatan provokatif dan berhasil meraup keuntungan keuntungan hingga Rp 2 miliar.

“Dalam kurun waktu 8 bulan, mereka mendapatkan adsense Youtube sekitar Rp 1,8 miliar sampai Rp 2 miliar,” ujar Hengky.

Hengky menambahkan, penangkapan bos Aktual TV dan dua anak buahnya berawal saat pihaknya melakukan patroli siber. Selain itu, akun Youtube Aktual TV telah memproduksi ratusan konten video.

“Sebagian besar konten yang diproduksi Aktual TV berisi video provokatif. Konten ini terdiri dari 765 konten yang sebagian besar isinya provokatif yang bisa memecah belah persatuan bangsa, menimbulkan keonaran,” ujar dia.

Baca Juga:  IPPS Indonesia Desak Presiden Turun Tangan Atasi Konflik Antarpenegak Hukum

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing saat memproduksi konten video pada channel Aktual TV.

“AZ ini adalah pemilik channel Aktual TV. Dia yang membuat ide dan juga mengarahkan dan menyortir hasil editing konten yang akan diupload di Aktual TV,” ujar Yusri.

Menurut Yusri, untuk tersangka M bertugas untuk melakukan editing dan mengunggah konten video ke Aktual TV.

“Ketiga adalah AF, dia sebagai pengisi suara atau narator di konten di akun Youtube Aktual TV,” ungkap Yusri.

Dikatakan Yusri, bahwa konten yang diproduksi Aktual TV bukan produk jurnalistik.

“Ini (Aktual TV) tidak terdaftar di Dewan Pers,” pungkas Yusri.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 28 UU Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara
Kasus OTT KPK Mengubur Wacana Sandingkan Tri Adhianto-Ranny Fahd Arafiq pada Pilkada Mendatang
Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi
Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi
Kasus Dugaan Penganiayaan ART di Tangerang Masuk Penyidikan, 3 Terlapor Disebut Mangkir 2 Kali

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:35 WIB

Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara

Jumat, 18 September 2026 - 06:14 WIB

Kasus OTT KPK Mengubur Wacana Sandingkan Tri Adhianto-Ranny Fahd Arafiq pada Pilkada Mendatang

Kamis, 17 September 2026 - 18:23 WIB

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WIB

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Rabu, 16 September 2026 - 21:55 WIB

LSM Somasi Kawal Perkara Tanah Senun Bin Nikin, Pastikan Mafia Tanah Tak Terjadi Di Bekasi

Berita Terbaru