Budiman Sudjatmiko: Keanekaragaman Indonesia Akan Dicari-cari dunia Pada Era Serba Seragam Di Tahun 2045

- Penulis

Senin, 16 Agustus 2021 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pelaksana Bukit Algorita, Budiman Sudjatmiko.

Ketua Pelaksana Bukit Algorita, Budiman Sudjatmiko.

JAKARTA, MediaKarya- Mulai dari tahun 2025 hingga pada 2045, akan ada perkembangan inovasi dan teknologi serta menjadi lebih matang berkat digitalisasi,” kata Budiman, saat menjadi Narasumber dalam webinar nasional bertajuk “Indonesia 2045: Tantangan dan Kesiapan Pencapaian” yang digelar oleh PDI Perjuangan, Sabtu (14/8/2021).

Di acara yang juga dihadiri Kepala BAPPENAS, Soeharso Monoarfa, dan Katib Aam Syuriah PB NU, KH Yahya Staquf, Budiman juga menyebut bahwa dalam prosesnya nanti akan mengalami transformasi masyarakat. Maka dari itu, Budiman memprediksi Indonesia 2045 harus mempunyai banyak skenario untuk mengikuti perkembangan jaman.

“Prediksi saya, Indonesia haru mempunyai 3 skenario. Skenario A, Indonesia adalah negara yang patuh pada skenario global. Skenario B, Indonesia adalah negara yang memimpin. Skenario C, Indonesia adalah negara yang mencerahkan,” ujar Budiman.

Setelahnya, menurut Budiman Indonesia akan masuk kedalam jalan kemajuan dan Pancasila sebagai fondasi serta rantai nilai kemajuan bangsa.

“Dengan keankeragaman flora fauna darat dan laut terkaya nomor 1 di dunia serta keanekaragaman sosial budaya nomor 2 di dunia dan dengan menjadi rakyat sebagai subyeknya maka Indonesia akan dicari-cari seluruh dunua yang oada tahun 2045 nanti serba seragam oleh teknologi data” ujar Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia ini.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Kalbar Polisikan Akun Penyebar Hoaks Megawati Meninggal

Ke depannya, Budiman ingin merefleksikan Trisakti  Bung Karno menjadi Trisakti ABC dengan Alami, Asasi dan Abadi menjadikan harmonisasi manusia berbasis teknologi berdasarkan hak manusia masa depan untuk menjawab urusan hidup mati manusia.

Untuk Trisakti ABC dengan Berdana, Berdata dan Bedaya akan menjadikan Universal Basic Income atau Pemdapatan Asasi Universal sebagai hak asasi baru di mana tiap warga harus memiliki dana. Selain itu data akan menjadi alat tukar dan model ekonomi baru untuk menjemput kemajuan melalui pengembangan industri strategis.

Dan yang terakhir, dengan Cinta, Cita, Cipta akan mewujudkan visi untuk mewujudkan cita-cita  masyarakat dengan daya cipta.

“Dengan merefleksikan Trisakti ABC, sebagai turunan dari Trisakti Bung Karno di era Revolusi 4.0 dan pandemi, akan lebih mudah untuk menuju kemajuan di tahun 2045,” tutur Budiman Sudjatmiko. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026
Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK
PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?
Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN
Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta
Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:47 WIB

Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47 WIB

Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:04 WIB

PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?

Berita Terbaru