CBA Soroti Penundaan Rekrutmen FKDM DKI, Anggaran Rp260 Juta Dinilai Berpotensi Habis Tanpa Hasil

- Editor

Selasa, 23 Desember 2025 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur eksekutif Center of Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi

Direktur eksekutif Center of Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi

JAKARTA, Mediakarya – Penundaan rekrutmen anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta menuai sorotan tajam dari Center for Budget Analisis (CBA). Penundaan tersebut mencuat dalam rapat antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta pada Senin (15/12/2025).

Dalam rapat itu, Badan Kesbangpol DKI Jakarta meminta agar proses rekrutmen FKDM ditunda. Alasannya, mekanisme rekrutmen yang berjalan saat ini dinilai tidak melibatkan partisipasi masyarakat secara memadai, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan legitimasi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, melontarkan kritik keras. Ia menilai penundaan ini justru membuka pertanyaan besar terkait penggunaan anggaran negara.

“Waduh, enak sekali dong Badan Kesbangpol DKI Jakarta bisa seenaknya menghabiskan duit tanpa ada hasil apa pun,” ujar Uchok Sky dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).

Uchok mengungkapkan, pada tahun anggaran 2025 terdapat alokasi dana sebesar Rp260.400.000 untuk honorarium Tim Seleksi FKDM. Menurutnya, anggaran tersebut berpotensi habis percuma akibat proses rekrutmen yang dilakukan secara asal tunjuk dan tidak melibatkan partisipasi masyarakat.

“Anggaran untuk Honorarium Tim Seleksi FKDM sebesar Rp260,4 juta bisa habis hanya gara-gara Kesbangpol DKI asal menunjuk, seperti memilih raja-raja kecil, tanpa melibatkan masyarakat,” tegas Uchok.

Lebih jauh, CBA mendesak DPRD DKI Jakarta agar tidak berhenti pada keputusan penundaan rekrutmen FKDM semata. Uchok meminta agar DPRD juga mendorong dilakukannya audit terhadap realisasi anggaran seleksi FKDM serta meminta penjelasan langsung dari Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Matsani.

Baca Juga:  CBA: Dana Nasabah di BNI Tak Lagi Aman, Masyarakat Harus Waspada

“Jangan hanya menunda rekrutmen. DPRD DKI Jakarta juga harus mengaudit realisasi anggaran seleksi FKDM dan meminta penjelasan dari Kepala Kesbangpol,” ujarnya.

Uchok menegaskan, setiap rupiah anggaran yang sudah dikeluarkan tetap harus dipertanggungjawabkan. Ia mengingatkan DPRD DKI Jakarta agar tidak bersikap pasif.

“Kalau sudah ada realisasi anggaran atau duit yang sudah habis, itu harus dipertanggungjawabkan oleh Muhammad Matsani. DPRD DKI jangan cuma diam saja, harus didesak untuk buka-bukaan,” katanya.

CBA juga menyoroti minimnya transparansi terkait Tim Seleksi FKDM. Menurut Uchok, dalam dokumen anggaran tidak dijelaskan secara rinci jumlah anggota tim seleksi, mekanisme kerja, maupun pihak-pihak yang terlibat dalam proses seleksi tersebut.

“Anggaran Honorarium Tim Seleksi FKDM ini seperti gelap gulita. Tidak tercantum berapa orang tim seleksi, bagaimana mekanismenya, dan siapa saja yang merekrut atau direkrut,” lanjutnya.

Bahkan, Uchok menilai ketertutupan tidak hanya terjadi pada seleksi anggota FKDM, tetapi juga pada pembentukan Tim Seleksi FKDM itu sendiri.

“Jadi bukan cuma seleksi anggota FKDM yang tertutup, seleksi Tim Seleksi FKDM juga tertutup. Atau memang sengaja ditutupi oleh Kepala Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta,” pungkas Uchok Sky Khadafi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta terkait kritik dan tuntutan audit anggaran yang disampaikan oleh CBA.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan, Ketua Dewan Pers Kecam Tindakan Oknum Politisi Demokrat
Kawal PKS Pengelolaan TPST Bantargebang, IPPS Bakal Kolaborasi dengan Sejumlah Organisasi Nirlaba Nasional
Prajurit Kodam Jaya Bersihkan Kawasan Monas Usai Amankan Perayaan HUT RI ke-81
Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum
Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, IPPS Sebut Saatnya Jauhkan Prabowo dari Mikrofon
Peringatan Perdamaian Aceh Berujung Pengibaran Bendera Bulan Bintang
GNK Dorong Bareskrim Polri Segera Proses Kasus Dugaan Korupsi Dinas LH Kota Bekasi dan TPST Bantargebang
Padukan Nilai Estetika, Wali Kota Bekasi Apresiasi Turap Bumi Bekasi Baru

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan, Ketua Dewan Pers Kecam Tindakan Oknum Politisi Demokrat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kawal PKS Pengelolaan TPST Bantargebang, IPPS Bakal Kolaborasi dengan Sejumlah Organisasi Nirlaba Nasional

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, IPPS Sebut Saatnya Jauhkan Prabowo dari Mikrofon

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Peringatan Perdamaian Aceh Berujung Pengibaran Bendera Bulan Bintang

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Ekonom Senior INDEF Ungkap Refleksi Kemerdekaan Bidang Ekonomi

Selasa, 18 Agu 2026 - 11:52 WIB