KOTA BEKASI, Mediakarya – Sebagai upaya pencegahan aksi perundungan di lingkungan sekolah, SMAN 6 Bekasi bentuk Agent of Change.
Sekolah yang saat ini fokus kepada pengembangan sebagai sekolah penggerak, sekolah digitalisasi dan sekolah anti perundungan, diharapkan mampu membawa dampak yang positif bagi siswa.
Kepala Sekolah SMAN 6 Bekasi, Waluyo menegaskan, pembentukan Agent of Chage tersebut dilatarbelakangi agar siswa tidak melakukan aksi perundungan terhadap siswa lain serta menumbuhkan rasa tegang rasa dan toleransi antar sesama.
“Sekolah ingin memberikan pemahaman akan pendidikan karakter bagi mereka melalui pembentukan Agent of Change tersebut, sehingga perundungan bisa dicegah sedini mungkin,” terang Waluyo, Selasa (28/9/2021).
Selain itu, kata Waluyo, dalam membentuk Agent of Change tersebut, pihaknya juga dibantu oleh stake holder lainnya dalam memberikan pemahaman kepada mereka.
“Kami bekerjasama dengan pihak lainnya dalam hal pemahaman pembentukan Agent of Change tersebut,” sambungnya.
Agent of Change yang nantinya berjumlah 30 orang siswa yang beranggotakan siswa kelas 10, 11 dan 12 SMAN 6 Bekasi, bertugas melakukan sosialisasi, kontrol serta pengawasan terhadap siswa lainnya di lingkungan sekolah.
“Intinya, siswa tersebut memberikan edukasi kepada siswa lainnya, sehingga hal ini bisa dihindari dan nantinya Agent of Change ini akan di evaluasi setiap 3 bulan sekali,” tuturnya.
Waluyo berharap, keberadaan Agent of Change yang rencananya akan mulai aktif pada akhir November tahun ini, bisa membawa perubahan bukan hanya kepada sikap dan perilaku siswa saja, melainkan juga bisa membawa dampak perubahan bagi karakter mereka dan hal kedisiplinan serta sikap saling menghargai satu dan lainnya. (apl)

