JAKARTA, Mediakarya – Cabang olahraga atletik merupakan salah satu dari “Mother Of Sports” atau ibu olahraga di dunia dan menjadi cabang prioritas dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Oleh karena itu diharapkan dapat menciptaakan atlet berprestasi tertinggi dalam ajang Olimpiade mendatang.
Hal tersebut terungkap dalam acara talkshow yang digelar secara virtual yang diadakan oleh Indonesia Sports Learning Center (ISLC) pada Rabu, (13/4/2022) dengan tema “Mencari Bibit Atletik”.
Adapun narasumber yang hadir diantaranya Wakil Ketua Umum KONI yaitu Mayjend TNI (Purn) dr. Suwarno, Kabid Pembibitan PB PASI yaitu Boedi Darma Sidi, Akademisi sekaligus Ketua Pengrov PASI DKI yaitu Mustara Musa, Pelatih Atletik yaitu Eni Nuraeni dan Atlet Atletik kebanggaan Indonesia yaitu Lalu Muhammad Zohri.
Talkshow tersbut juga dihadiri presiden ISLC yaitu Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni. Dalam sambutannya Sylvi menyatakan bahwa pencarian bibit atletik ini harus terprogram dan melalui proses. Sehingga bagaimana dapat menghilangkan stigma bahwa mencetak atlet tidak by accident, tetapi by design.
“Kami berharap tema talkshow kali ini menjadi wadah silaturahmi, edukasi dan mengoptimalkan informasi diantara masyarakat atletik dan masyarakat umum lainnya,” ujar Sylvi.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Suwarno mengatakan, keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO), jika dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis akan sangat efektif bagi keberlangsungan atletik di masa depan.
Kendati demikian, dirinya menyayangkan bahwa keberadaan kurikulum pendidikan olahraga saat ini masih sebatas pelengkap pendidikan saja. “Dulu pada saat saya SD sudah diajarkan dan dipertandingkan loncat jauh sebagai salah satu nomor atletik,” ujar Suwarno.
Padahal, lanjut Suwarno, untuk menemukan bibit atlet dan atletik perlu dilakukan pembinaan sejak dini dari tingkat grassroot.
Di kesempatan yang sama, Ketua Pengprov PASI DKI Mustara Musa mengaku bahwa pihaknya selama 14 tahun terus konsisten terkait dengan pembinaan atlet. Di mana pihaknya selama ini telah mengadakan program “Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan”.
“Kami meyakini bahwa dengan adanya event-event grassroot seperti ini, akan muncul budaya berlatih lalu terbentuk dan terpantau calon atlet berbakat serta bibit-bibit atletik yang baik,” jelasnya.
Pandangan yang sama dikatakan Boedi Darma Sidi, bahwa seharusnya dasar atletik diberikan mulai dari sekolah. Selain itu dengan adanya DBON, menjadi dasar untuk melakukan pembinaan atletik secara berjenjang dan berkesinambungan di seluruh wilayah Indonesia.
Sedangkan Coach Eni serta atlet Lalu Zohri menyatakan bahwa keduanya pernah mengalami sulitnya pembinaan atletik terutama di daerah-daerah.
“Dukungan pemerintah sangat diperlukan khususnya memperbaiki sarana dan prasarana yang masih kurang serta bantuan ekonomi untuk atlet berbakat yang kurang mampu,” katanya.











