Akibat Gagal Panen, Harga Cabai Rawit di Pasaran Melambung

- Editor

Rabu, 22 Desember 2021 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang cabai di Pasar Induk Cibitung Kabupaten Bekasi.

Pedagang cabai di Pasar Induk Cibitung Kabupaten Bekasi.

BEKASI, Mediakarya – Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Cibitung Kabupaten Bekasi naik sejak akhir November 2021. Saat ini harganya mencapai Rp82 ribu per kilogram.

“Harga cabai rawit merah naiknya dari akhir bulan kemarin,” kata Samsudin (40), pedagang Pasar Induk Cibitung, Selasa (21/12).

Samsudin mengatakan, sebelumnya pada akhir November harga cabai rawit merah Rp38 ribu per kilogram. Kemudian naik menjadi Rp40 ribu dan sempat melonjak Rp60 ribu per kilogram

“Sekarang jadi Rp82 ribu sekilonya. Enggak tahu ya apa bakalan naik lagi atau enggak,” ucapnya.

Menurut Dia. Mahalnya harga cabai rawit merah dipicu kelangkaan barang, kelangkaan ini disebabkan gagal panen di musim hujan.

“Kita saja udah dibatasin belinya karena bagi-bagi buat pedagang lain. Satu karung kan isinya 80 kilogram. Biasanya saya dikasih 15 sampai 20 karung, sekarang maksimal boleh beli cuma 10 karung saja,” katanya.

Baca Juga:  Guyub Rukun Pedagang Cabai Dukung Pemerintah untuk Stabilkan Harga Cabai di Pasaran  

Kasubag TU UPTD Pasar Induk Cibitung, Isep Kadarisman membenarkan harga cabai rawit merah naik drastis dalam sepekan terakhir.

“Tanggal 16 sampai 17 Desember memang sudah di angka Rp73 ribu, terus sekarang sudah naik lagi jadi Rp82 ribu per kilogram,” katanya.

Kenaikan harga cabai rawit merah di Pasar Induk Cibitung Bekasi turut memengaruhi harga di pasar kecil yang kini mencapai Rp100 ribu per kilogram.

“Karena memang pasar-pasar kecil di Kota Bekasi, Bogor, Depok dan sekitarnya ngambil sayuran di sini. Kalau di sini sudah tinggi harganya, sudah pasti di bawahnya lebih tinggi lagi,” katanya. (Sgy)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!
Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri
IPPS: Seleksi Sekda Kota Bekasi Harus Jadi Tolok Ukur Nasional Berbasis Merit
Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis
Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas
Calon Sekda Kota Bekasi Harus Miliki Rekam Jejak Bersih dan Bebas dari Kepentingan Politik
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak DPRD DKI Turun ke Bantargebang
Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:20 WIB

Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!

Jumat, 25 September 2026 - 00:10 WIB

Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri

Kamis, 24 September 2026 - 15:21 WIB

IPPS: Seleksi Sekda Kota Bekasi Harus Jadi Tolok Ukur Nasional Berbasis Merit

Kamis, 24 September 2026 - 12:32 WIB

Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis

Kamis, 24 September 2026 - 11:02 WIB

Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas

Berita Terbaru

Daerah

Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:07 WIB