Disdukcapil Telah Dimintai Keterangan Soal Dugaan Identitas Palsu, Ketua KORMI Terancam Dibui

- Editor

Selasa, 24 Desember 2024 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Bareskrim Polri memeriksa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi terkait dugaan penggunaan identitas palsu oleh Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bekasi.

Hudori Anwar, Administrator Database Kependudukan Disdukcapil Kota Bekasi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memenuhi panggilan penyidik Bareskrim untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

“Kami bersama tim, termasuk Pak Rambang dan Pak Dadang selaku Administrator Database Kependudukan, telah menjawab sejumlah pertanyaan dari penyidik terkait penggunaan data kependudukan,” ujar Hudori di Gedung Bareskrim Polri, Selasa (24/12/2024).

Hudori menjelaskan bahwa penyidik mencocokkan data KTP yang diduga palsu dengan sistem yang dimiliki Disdukcapil. “Penyidik menunjukkan data kepada kami untuk memastikan keasliannya,” tambahnya.

Berdasarkan data yang ada di sistem Disdukcapil, nama Ketua KORMI Kota Bekasi yang terdaftar adalah Dwi Setyowati. “Penyidik menanyakan apakah KTP tersebut terdaftar atau tidak. Intinya, mereka ingin memastikan keabsahan data tersebut,” kata Hudori.

Sebelumnya, sejumlah anggota LSM Tri Nusa Kota Bekasi mendatangi Gedung Bareskrim Polri untuk memastikan bahwa laporan dugaan penggunaan identitas palsu oleh Ketua KORMI Kota Bekasi sedang ditangani oleh penyidik.

Baca Juga:  Jelang Malam Tahun Baru, Omset Bengkel Motor Menurun 

Ketua LSM Tri Nusa Bekasi Raya, Maksum Alfarizi, yang akrab disapa Mandor Baya, mengatakan bahwa kedatangan mereka bertujuan mendorong penyelesaian kasus tersebut.

“Alhamdulillah, penyidik Bareskrim menyatakan bahwa dalam waktu dekat sejumlah pihak akan dipanggil untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini,” ujar Mandor Baya kepada media, Selasa (26/11/2024).

Mandor Baya menegaskan bahwa LSM Tri Nusa akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Hari ini kami sudah berkomunikasi dengan penyidik dan mendorong agar pihak-pihak yang terlibat segera dipanggil,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Bareskrim dalam merespons laporan dugaan identitas palsu tersebut. Menurutnya, kasus ini melibatkan dua nama yang digunakan oleh satu orang dalam organisasi KORMI Kota Bekasi, yaitu Wiwiek Hargono dan Dwi Setyowati.

“Dalam struktur kepengurusan, tertera bahwa Ketua KORMI Kota Bekasi adalah Wiwiek Hargono. Namun, berdasarkan data kependudukan, nama sebenarnya adalah Dwi Setyowati. Kami mempertanyakan motif di balik penggunaan identitas palsu ini,” ungkap Mandor Baya. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dinamika Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis Ini Ingatkan Potensi Perpecahan
Beri Sinyal Dukungan Kepada Ranny Fahd, Tokoh Senior Golkar Kota Bekasi Gelar Pertemuan
Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi
Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas
Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi
Etos Indonesia Institute dan Tri Nusa Bekasi Raya Desak Plt. Bupati Bekasi Copot Dirum Tirta Bhagasasi
Walikota Bekasi Akan Lakukan Tindakan Tegas Kepada Oknum Dishub Yang Pungli
Hadiri Kriyaan Lansia di Kota Bekasi, Mendukbangga Singgung Sekolah Lansia

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:13 WIB

Dinamika Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis Ini Ingatkan Potensi Perpecahan

Jumat, 11 September 2026 - 10:22 WIB

Beri Sinyal Dukungan Kepada Ranny Fahd, Tokoh Senior Golkar Kota Bekasi Gelar Pertemuan

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB