Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, UKM-TI Tandatangani MoU Dengan Pengembang Indonesia

- Penulis

Sabtu, 17 Desember 2022 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Pandemik Covid-19 yang melanda sempat memukul hampir semua sektor, termasuk pada sektor properti. Hanya beberapa sektor yang mampu bertahan diantaranya UMKM. Berbagai terobosan dilakukan untuk mendongkrak kembali pertumbuhan sektor UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi.

UKM Taman Indonesia (UKM-TI), salah satu UKM yang tumbuh di tengah turbulensi ekonomi yang saat ini dialami oleh Indonesia karena Pandemik Covid-19. UKM-TI hadir untuk mendukung program pemerintah dengan pemulihan ekonomi nasional.

Hal ini juga ditandai dengan MoU antara PI dengan UKM Taman Indonesia (UKM-TI), PT. Hasgara Cipta Gusana, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) di Hotel Aryaduta Lippo Village, Karawaci – Tangerang pada Jum’at (16/12/22).

Kegiatan itu dilakukan bersamaan dengan Rakernas III Pengembang Indonesia hari ke-2, yang dihadiri 15 DPD dan 1 peninjau (dalam persiapan menjadi DPD) dari daerah Sumatera Utara.

Dirjen Perumahan, Kementerian PUPR, Ir. Iwan Suprijanto didampingi Ketua Umun Pengembang Indonesia (PI), Ir. Barkah Hidayat yang membuka langsung Rakernas III Pengembang Indonesia hari ke-2.

Amanda Manthovani, (Ketum UKM Tangguh Mandiri Indonesia / UKM Taman Indonesia / UKM-TI) didampingi Wasekjend, Muhammad Farhan, Sidiq Ismoyo dan Kabid Koordinator Wilayah, Ricky Angku, menjelaskan bahwa UKM TI hadir untuk para pelaku UMKM dan menjadi fasilitator mereka dalam bimbingan tekhnologi informatika, manajemen bisnis dan marketing strategi.

“Kita juga memposisikan UKM TI ini menjadi lumbung market untuk para pelaku umkm baik market domistik maupun international,” ungkap Amanda kepada media.

Ditambahkan Amanda bahwa saat ini, jumlah anggota UKM TI mencapai 500 anggota mencakup di wilayah Jabodetabek, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Batam dan Kalimantan Barat (Kalbar).

UMKM sebagai salah satu sektor yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi baik secara lokal maupun global. Hal ini juga diimbangi dengan majunya era digital 4.0, sehingga sektor UKM juga harus beradaptasi.

“Karena semenjak majunya tekhnologi dan informatika, UMKM di Indonesia ini tumbuh sebagai penyelamat dan penopang perekonomian Indonesia, dengan menyerap banyak tenaga kerja serta bisa membantu meningkatkan tumbuh kembangnya perekonomian di Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dua Momentum Ini Diharapkan Dapat Tingkatkan Penjualan Mamin

Sementara itu, Ketua Umum PI, Ir. Barkah Hidayat dalam sambutannya menyampaikan,pada Rakernas ke-III kali ini, PI fokus dalam memperjuangkan masyarakat berpenghasilan tidak tetap (non fix income) untuk dapat memiliki tempat tinggal layak.

“Kami dari Pengembang Indonesia, yang ber tagline ‘Satu Hektar, Satu Kecamatan’, merasa terpanggil untuk memperjuangkan hal ini. Karena biar bagaimanapun, yang berpenghasilan tidak tetap, itu juga merupakan warga Indonesia, yang harus kita perjuangkan bersama, yang sesungguhnya dari sisi penghasilan mempunyai kemampuan yang cukup untuk memiliki rumah, dan kebanyakan feasible namun tidak bankable,” ujarnya.

Barkah pun menambahkan, masyarakat berpenghasilan tidak tetap ini, jika dilihat daripada jumlah potensi yang ada mencapai 61% dari tenaga kerja yang ada di Indonesia.

“Apabila kita mampu membantu yang berpenghasilan tidak tetap ini, maka akan berdampak signifikan bagi perkembangan ekonomi di Indonesia. Tinggal bagaimana cara kita untuk mencari pengamanannya yang baik bagi kita semua pihak, termasuk bagi perbankan agar kredit yang diberikan kepada masyarakat penghasilan tidak tetap (non fix income) bisa lancar,” imbuhnya.

Sekedar diketahui bahwa menurut ASEAN Investment Report yang dirilis September 2022, Indonesia memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbanyak di kawasan ASEAN.

Laporan tersebut mencatat jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2021 mencapai sekitar 65,46 juta unit. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding negara-negara tetangga seperti Thailand 3,1 juta, Malaysia 1,2 juta, Filipina 996.700, Vietnam 651.100, Kamboja 512.900, singapura 279.000, Laos 133.700 dan Myanmar 72.700.

Pada 2021 UMKM Indonesia tercatat mampu menyerap 97% tenaga kerja, menyumbang 60,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta berkontribusi 14,4% terhadap ekspor nasional.

Proporsi serapan tenaga kerja UMKM Indonesia itu merupakan yang paling besar di ASEAN. Di negara-negara tetangga, UMKM hanya menyerap tenaga kerja di kisaran 35%-85%. (Mme)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Terkait Narasi ‘Sell Indonesia’, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Minta Singapura Intropeksi Diri
Dapat Perlawanan dari Ratusan Massa, Eksekusi Pengosongan Lahan di Kota Bandung Gagal
Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah
WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik
PERMAHI Jakarta Timur dan BEM FH UNKRIS Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran di Kemayoran
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Resmi Jadi Bos Kebon Sirih, Suhud Langsung Tancap Gas
Pemkot Bekasi Akan Tindak Tegas ASN Nakal Yang Ganti Plat Dinas Dengan Plat Pribadi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:30 WIB

Terkait Narasi ‘Sell Indonesia’, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Minta Singapura Intropeksi Diri

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00 WIB

Dapat Perlawanan dari Ratusan Massa, Eksekusi Pengosongan Lahan di Kota Bandung Gagal

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:38 WIB

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:42 WIB

WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Berita Terbaru