Empat Kali Aksi Belum Ada Penyelesaian, Warga Ciangsana Soal Tanah Kota Wisata Ecovia Siap Geruduk DPR RI dan Istana

- Editor

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elemen mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Kantor Sinar Mas Land, Kamis (15/10/2026).

Elemen mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Kantor Sinar Mas Land, Kamis (15/10/2026).

JAKARTA, Mediakarya – Untuk keempat kalinya, masyarakat Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor bersama elemen mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Kantor Sinar Mas Land, Kamis (15/10/2026).

Aksi jilid IV ini merupakan buntut dari sengketa tanah yang diduga dirampas untuk proyek Kota Wisata Ecovia. Massa menuntut keadilan dan kepastian hukum atas bidang tanah yang mereka klaim belum pernah diperjualbelikan.

“Empat kali aksi menjadi bukti persoalan ini belum selesai. Masyarakat masih menantikan kejelasan, keterbukaan, dan langkah konkret,” teriak massa di lokasi.

Warga mengaku tidak pernah melakukan transaksi jual-beli maupun mengalihkan hak atas tanah mereka kepada pihak pengembang. Namun, bidang tanah yang disengketakan diduga telah masuk dalam aktivitas pembangunan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai proses pembebasan lahan, dasar penguasaan tanah, dan perlindungan hak masyarakat. Warga menegaskan perjuangan ini bukan sekadar soal aset, melainkan soal kemanusiaan dan kepastian hidup.

Jika Tak Ada Solusi, Aksi Berlanjut ke Istana

Koordinator Lapangan, Piere A. L. Lailossa, S.H., M.H., menegaskan aksi keempat ini harus menjadi alarm serius.

“Kami kembali turun ke jalan bukan untuk mencari kegaduhan, melainkan memperjuangkan hak masyarakat. Jangan sampai pembangunan terus berjalan, tetapi persoalan hak warga dibiarkan tanpa kejelasan,” tegas Piere.

Baca Juga:  Test PCR Pada Tingkat SMP Masih Terus Dilakukan

Ia mempertanyakan keberanian pihak terkait untuk duduk bersama, membuka dokumen pembebasan lahan, serta menjelaskan dasar penguasaan tanah.

Hal senada disampaikan Penanggung Jawab Aksi, Mahmud Tamher, S.E. Ia mendesak DPR RI dan pemerintah hadir.

“Ini bukan sekadar persoalan administrasi pertanahan, melainkan persoalan hak dan keadilan. Negara harus hadir memastikan pembangunan tidak berjalan dengan mengabaikan hak masyarakat,” ujarnya.

Massa aksi menegaskan, jika setelah aksi keempat ini belum ada tanggapan konkret, mulai pekan depan mereka akan menggelar aksi beruntun dengan menyasar Kantor Sinar Mas Land, DPR RI, Istana Merdeka, serta titik-titik strategis lainnya.

6 Tuntutan Massa:

  1. Mendesak Sinar Mas Land membuka ruang dialog resmi dengan masyarakat dan kuasa hukum.
  2. Mendesak keterbukaan dokumen dan kronologi pembebasan lahan.
  3. Mendesak verifikasi dokumen secara transparan dengan melibatkan warga dan instansi berwenang.
  4. Meminta penghentian sementara aktivitas pembangunan di bidang tanah yang disengketakan.
  5. Mendesak penyelesaian hak masyarakat, termasuk pengembalian tanah atau ganti rugi.
  6. Mendesak DPR RI dan pemerintah mengawal penyelesaian agar tidak berlarut-larut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Proses Terus Berjalan, Puspaga Dampingi Korban Dugaan Kekerasan Seksual
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Disnaker Kota Bekasi Bantah Ada Staffnya Terlibat Loker Bodong
Pakar: Bungkamnya Plt Bupati Bekasi dalam Kasus Donny Sirait Jadi Preseden Buruk Birokrasi
PAM JAYA Raih Penghargaan Kearsipan 2026, Kantongi Predikat Sangat Memuaskan
Pansus PTSL DPRD Minta Gubernur dan GTRA Tuntaskan Residu PTSL
Diduga Miliki KTP Ganda, Oknum Camat Di Jakarta Timur Di Polisikan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:47 WIB

Empat Kali Aksi Belum Ada Penyelesaian, Warga Ciangsana Soal Tanah Kota Wisata Ecovia Siap Geruduk DPR RI dan Istana

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Proses Terus Berjalan, Puspaga Dampingi Korban Dugaan Kekerasan Seksual

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Disnaker Kota Bekasi Bantah Ada Staffnya Terlibat Loker Bodong

Berita Terbaru