Firman Soebagyo: Makan Bergizi Gratis Wujud Kepedulian Negara pada Masa Depan Anak

- Editor

Senin, 24 November 2025 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo

JAKARTA, Medakarya – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan kemanusiaan yang harus didukung penuh karena menyangkut masa depan generasi bangsa. Menurutnya, pemerintah melalui program ini berupaya memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh gizi yang layak dan merata.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah program kemanusiaan yang wajib kita dukung karena ke depan kita akan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Firman dalam wawancara bersama On Point Media di YouTube.

Ia menilai, keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kualitas nutrisi anak sejak dini. Tanpa perhatian serius terhadap pemenuhan gizi, Firman menegaskan bahwa visi besar pembangunan jangka panjang negara bisa terhambat.

Baca Juga:  Pj Teguh Bakal Dampingi Presiden Prabowo Uji Coba MBG di Jakarta?

“Bonus demografi hanya bisa menjadi peluang jika mutu gizi anak terperhatikan. Kalau tidak, nothing,” tegasnya.

Lebih lanjut, Firman menyebut bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kecerdasan, kesehatan, dan produktivitas generasi mendatang. Negara, katanya, harus hadir memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan tumbuh optimal.

Menurutnya, kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mengimplementasikan MBG sejalan dengan langkah berbagai negara maju dan berkembang yang sejak lama menerapkan intervensi gizi nasional sebagai strategi pembangunan.

“China, Jepang, India sudah melakukan hal itu,” ujarnya.

Firman meyakini, keberhasilan program ini akan memperkuat pondasi Indonesia dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026
IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?
Komjen Pol (Purn) Oegroseno Telah Beri Teladan: Datang, Jelaskan Fakta, dan Percaya pada Kebenaran
Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove
TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia
Pelaksanaan Munas III KBI Ricuh, Panitia Penyelenggara Terancam Dipolisikan
Miliki Basis Massa Akar Rumput, Partai Gerakan Rakyat Kini tak Lagi Dipandang Sebelah Mata
IAW Sebut Konflik Pulau Rempang Bukti Kegagalan Rezim Jokowi dalam Tata Kelola Agraria

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:34 WIB

IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:05 WIB

Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:22 WIB

TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:00 WIB

Pelaksanaan Munas III KBI Ricuh, Panitia Penyelenggara Terancam Dipolisikan

Berita Terbaru

Kantor Kejaksaan Agung (Ist)

Opini

Di Balik Jatuhnya Sang Jaksa dan Berkas yang Membeku

Minggu, 2 Agu 2026 - 12:43 WIB

Ratusan massa saat membakar sebuah gedung saat aksi kerusuhan di Agustus 2025 (Foto: Ist)

Headline

Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:12 WIB