GP Ansor NTT Soroti Kemunculan Organisasi HTI di Berbagai Daerah

- Penulis

Senin, 3 Februari 2025 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, Mediakarya – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Nusa Tenggara Timur menyoroti kembali munculnya organisasi terlarang Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) di beberapa daerah dan menginstruksikan kepada seluruh cabang GP Ansor di NTT untuk mewaspadai kemunculan mereka di NTT.

“Saat ini mereka terpantau di beberapa daerah di Indonesia secara terbuka, nah di NTT ini kami ingin agar jangan sampai muncul,” kata Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor, Provinsi NTT Ajhar Jowe di Kupang, Senin.

Dia menjelaskan bahwa di beberapa daerah seperti di Surabaya, Palembang dan Yogyakarta serta Samarinda, organisasi HTI ini sudah secara terang-terangan membawa atribut bendera Khilafah.

Karena itu hal tersebut menjadi perhatian serius GP Ansor NTT. Pihaknya tak ingin kehadiran mereka di NTT justru menimbulkan konflik di saat NTT sedang dalam kondisi aman dan damai.

Baca juga: Radikalisme dan Ateisme Digital selama 2024

Menurut dia kehadiran organisasi terlarang itu di Indonesia di awal tahun dapat menjadi tekanan kepada pemerintah Indonesia, apalagi menggunakan simbol agama.

Baca Juga:  Botol Minuman Keras Whisky Hibiki Goyang Kursi Ketum Golkar?

Kembali munculnya HTI juga menjadi sinyal kepada negara dan kepada semua elemen yang ada di negara kesatuan Republik Indonesia ini.

“Berbagai gerakan kebangkitan HTI di beberapa daerah ini, menjadi fokus perhatian kita semua, termasuk kami dari kalangan organisasi pemuda,” tambah dia, dilansir dari antara.

Saat ini baru muncul di beberapa daerah, namun jika tidak direspons cepat oleh pemerintah maka ke depan akan muncul kembali di beberapa daerah, termasuk di NTT.

Dia menegaskan bahwa gerakan kebangkitan HTI jangan dianggap biasa, karena setiap daerah embrionya masih ada. Selama ini, mereka masih melakukan aktivitas tertutup yang masih dianggap biasa saja.

Ke depan, lanjut dia, kebangkitan organisasi itu akan muncul di setiap Provinsi seperti yang terjadi di beberapa daerah saat ini.

“Kami melihat mereka hanya sebatas gerakan awal saja tetapi mereka mencoba nyali negara apakah gerakan ini mendapatkan respon atau tidak,” ujar dia. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
Nache Pimpin Rapat Perdana Penyusunan Ranperda LP2B Nias Selatan Tahun 2026
Niko Kilykily dan Grib Jaya Bela pengembalian Hak Tanah Ahli Waris Atas Club De Arjuna
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Jakarta On The Spot Oleh Polres Metro Bekasi Kota Disambut Hangat Warga
Truk Besar Parkir Sembarangan Di Kolong Fly Over Cipendawa, Pemerintah Tutup Mata
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:50 WIB

Nache Pimpin Rapat Perdana Penyusunan Ranperda LP2B Nias Selatan Tahun 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55 WIB

Niko Kilykily dan Grib Jaya Bela pengembalian Hak Tanah Ahli Waris Atas Club De Arjuna

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:00 WIB

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Berita Terbaru