Haidar Alwi Ingatkan Kekosongan Dubes RI Untuk AS Dapat Rugikan Indonesia

- Editor

Minggu, 6 April 2025 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HaidarAlwi

HaidarAlwi

JAKARTA, Mediakarya – Raden Haidar Alwi, yang juga pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menyoroti terkait dengan kekosongan posisi Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat yang telah berlangsung sejak 17 Juli 2023.

Menurutnya, ketiadaan duta besar Indonesia untuk AS bukan sekadar kekosongan administratif, tetapi sebuah kelalaian strategis yang berpotensi merugikan Indonesia, apalagi di tengah meningkatnya tekanan dagang dari Amerika Serikat.

Haidar Alwi menyebut bahwa salah satu dampak nyata dari lemahnya kehadiran Indonesia di AS adalah pemberlakuan tarif impor hingga 32% untuk sejumlah komoditas ekspor Indonesia.

“Kita sedang berada di tengah medan perang dagang. Tanpa representasi yang kuat, kita kehilangan suara di ruang-ruang pengambilan keputusan penting,” tegas Haidar Alwi seperti dalam keterangan tertulisnya, Ahad (6/4/2025).

Ia menggarisbawahi bahwa keberadaan seorang Dubes bukan hanya formalitas, melainkan sangat menentukan dalam membangun relasi strategis dan memperjuangkan kepentingan nasional secara langsung.

Tanpa Dubes, komunikasi tingkat tinggi dengan pejabat pemerintahan AS tidak dapat dijalankan secara optimal. Akibatnya, Indonesia menjadi pasif dan sulit memberikan respons cepat terhadap kebijakan yang merugikan.

“Siapa yang akan menjelaskan ke pemerintah AS bahwa kebijakan tarif mereka membunuh daya saing ekspor kita? Siapa yang akan membela petani, pengrajin, dan pelaku UMKM kita di sana? Tanpa Dubes, kita bisu dalam forum yang menentukan masa depan ekonomi kita sendiri,” ujar Haidar Alwi.

Baca Juga:  Haidar Alwi: Reformasi Kultural Polri Adalah Investasi untuk Masa Depan Bangsa

Haidar juga menilai kekosongan ini juga memberi kesan bahwa Indonesia kurang serius menjaga hubungan bilateral dengan Amerika Serikat, yang selama ini merupakan salah satu mitra dagang terbesar dan investor penting bagi perekonomian nasional.

Ketiadaan kepala perwakilan selama hampir dua tahun juga dinilainya sebagai sinyal buruk bagi pelaku usaha internasional.

Untuk itu pihaknya mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menunjuk sosok Duta Besar RI untuk AS yang memiliki kredibilitas tinggi, pemahaman mendalam tentang isu-isu perdagangan internasional, serta kemampuan membangun relasi di level tertinggi.

“Penunjukan Dubes jangan didasarkan pada balas jasa politik. Ini soal masa depan ekonomi Indonesia. Kita butuh orang yang paham medan dan mampu bertarung di dalamnya,” kata Haidar Alwi.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia tidak boleh kehilangan momentum. Ketika negara-negara lain memperkuat posisi mereka di AS untuk mengamankan pasar dan investasi, Indonesia justru terlihat pasif.

“Jika kita terus lamban, maka peluang besar bisa hilang Investor juga akan berpikir ulang jika melihat Indonesia tidak punya utusan yang bisa mereka ajak bicara langsung di Washington,” ujar tokoh toleransi tersebut.

Selain itu, Haidar Alwi juga menyampaikan harapannya agar pemerintah segera bertindak.

“Ini saatnya Indonesia menunjukkan bahwa kita negara besar yang tidak akan tinggal diam ketika ditekan secara ekonomi. Kita harus hadir, berbicara, dan memperjuangkan kepentingan nasional kita di jantung kekuatan dunia,” pungkasnya. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia
PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira
Belum Sepekan, Pakuwon Mall Bongkar Kembali Padar Besi Setinggi 2 Meter
Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026
IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?
Komjen Pol (Purn) Oegroseno Telah Beri Teladan: Datang, Jelaskan Fakta, dan Percaya pada Kebenaran
Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove
TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:55 WIB

FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:38 WIB

PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Belum Sepekan, Pakuwon Mall Bongkar Kembali Padar Besi Setinggi 2 Meter

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:34 WIB

IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Ekonomi & Bisnis

Kebocoran Devisa Terbongkar: Mengubah Peta Hubungan RI-Singapura 

Selasa, 4 Agu 2026 - 21:55 WIB

Warga berunjuk rasa di Kantor Kepala Desa Burangkeng dan mendesak BPD bertindak tegas terhadap Panitia Pilkades yang dinilai bekerja tidak profesional.

Daerah

BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga

Selasa, 4 Agu 2026 - 21:45 WIB