INSA Ingatkan Pemerintah Selesaikan Isu Pelayaran Dukung Visi 2045

- Editor

Selasa, 17 Oktober 2023 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (Indonesian National Shipowners’ Association/INSA) mengingatkan pemerintah untuk segera menyelesaikan isu-isu di dunia pelayaran untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) INSA Carmelita Hartoto dalam Indonesia Maritime Expo (IME) 2023 di Jakarta, Selasa, mengatakan hal itu dibutuhkan saat Indonesia menginjak usia 100 tahun pada 2045 nanti di mana sektor maritim akan menjadi pilar pembangunan dan didorong agar lebih berkontribusi bagi perekonomian nasional.

Pemerintah menargetkan ekonomi maritim bisa berkontribusi 8,4 persen terhadap PDB nasional pada 2025, dan didorong menjadi 10,5 persen terhadap PDB nasional pada 2035. Pada tahun 2045 mendatang, sektor ekonomi maritim ditarget dapat berkontribusi mencapai 12,5 persen terhadap PDB nasional.

“Namun, saya ingatkan, target besar tersebut, bukan ditentukan apa yang kita kerjakan pada 2025, 2035 atau 2045, tetapi ditentukan oleh apa yang kita lakukan saat ini. Sekarang ini,” kata Carmelita lewat keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Carmelita menyebutkan sejumlah isu penting dunia pelayaran harus dibereskan saat ini untuk memastikan kemajuan pelayaran ke depan, diantaranya sea and cost guard dan asas cabotage.

Ia mengungkapkan kehadiran sea and coast guard sebagai satu-satunya badan/lembaga yang dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Presiden untuk menyelenggarakan fungsi penjagaan dan penegakan peraturan perundang-undangan di laut merupakan keniscayaan yang harus segera diwujudkan.

“Kami mengapresiasi langkah yang telah dilakukan sejauh ini, namun kami mengajak pemerintah dan semua pihak untuk melakukan akselerasi atas hal ini. Jangan lupa bahwa kehadiran sea and cost guard penting agar tidak terjadi tumpang tindih aturan dalam pelaksanaan penjagaan laut dan pantai di Tanah Air. Sebab di dunia internasional begitulah kelazimannya. Namun ini harus benar-benar terwujud,” ungkapnya.

Baca Juga:  Usai Drama Cemburu Muncul KDRT, Henny Rahman Ngaku Cerai dari Zikri Daulay Gegara KDRT

Sementara itu, terkait asas cabotage, Carmelita mengingatkan agar penerapannya perlu terus dijaga. Ia mengatakan berkat penerapan asas cabotage, jumlah armada pelayaran bertambah secara signifikan yang diikuti pertumbuhan jumlah perusahaan pelayaran nasional.

Oleh karena itu, INSA mengingatkan agar jangan sampai ada upaya untuk melemahkan atau menyesuaikan asas yang juga diterapkan di banyak negara maju.

“Pelayaran Indonesia telah seratus langkah maju sejak 2005, namun kerja keras itu akan berakhir sia-sia jika kita melakukan penyesuaian atas apa yang sudah baik. Kami khawatir, Indonesia akan semakin tertinggal jauh dari Amerika, Tiongkok, Australia, Filipina dan Jepang, yang telah lebih dulu dan hingga kini konsisten menerapkan asas cabotage,” ujarnya, dilansir dari antara.

Beranjak dari apa yang sudah baik tersebut, Carmelita juga mendorong pemerintah ke depan untuk melahirkan kebijakan-kebijakan pro maritim yang baik yang sudah dilakukan negara-negara maju lainnya.

“Misalnya soal tax (pajak), soal pembiayaan, ini kan kita bisa tinggal lihat di negara-negara maju maupun negara tetangga yang memang sudah lebih baik dari kita,” kata Carmelita. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

GNK Dorong Bareskrim Polri Segera Proses Kasus Dugaan Korupsi Dinas LH Kota Bekasi dan TPST Bantargebang
Politisi PKS Angkat Bicara Soal Wacana Pilkada Tanpa Wakil
Putusan MK: Mengembalikan Garuda Kepada Rakyat
Pergeseran di Pucuk Pimpinan BI Diharap Jaga Stabilitas Moneter ke Depan
Kenapa Harga Beras Naik dan Jadi Penyumbang Inflasi 7 Bulan Beruntun
Dinobatkan Ketua Umum APTAKSINDO Habib Husein Aidid Mengemban Mandat Revolusi Membangun Negeri
Cermin Retak Pemimpin Pesolek: Menggugat Ilusi KDM
BKI Perkuat Keselamatan Pelayaran Wisata melalui Kerja Sama Strategis di IYF 2026

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:10 WIB

GNK Dorong Bareskrim Polri Segera Proses Kasus Dugaan Korupsi Dinas LH Kota Bekasi dan TPST Bantargebang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Politisi PKS Angkat Bicara Soal Wacana Pilkada Tanpa Wakil

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Putusan MK: Mengembalikan Garuda Kepada Rakyat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:11 WIB

Pergeseran di Pucuk Pimpinan BI Diharap Jaga Stabilitas Moneter ke Depan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Dinobatkan Ketua Umum APTAKSINDO Habib Husein Aidid Mengemban Mandat Revolusi Membangun Negeri

Berita Terbaru

Ilustrasi Pilkada. (Foto: istimewa)

Politik

Politisi PKS Angkat Bicara Soal Wacana Pilkada Tanpa Wakil

Jumat, 14 Agu 2026 - 07:41 WIB

Gedung Mahkamah Konstitusi (foto: net)

Politik

Putusan MK: Mengembalikan Garuda Kepada Rakyat

Jumat, 14 Agu 2026 - 05:34 WIB

Kantor Bank Indonesia  (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Pergeseran di Pucuk Pimpinan BI Diharap Jaga Stabilitas Moneter ke Depan

Jumat, 14 Agu 2026 - 05:11 WIB