ISF 2024 Hasilkan Sejumlah Kesepakatan Penting

- Editor

Sabtu, 7 September 2024 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2024 yang berlangsung di Jakarta menghasilkan sejumlah kesepakatan penting dalam upaya mendorong ekonomi hijau dan keberlanjutan.

Forum yang dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai negara ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa ISF 2024 berhasil mencatat beberapa kesepakatan strategis, salah satunya adalah terkait ekspor listrik ke Singapura.

“Ya lagi jalan, sudah tanda tangan itu (MoU),” ujar Luhut.

Luhut mengungkap apabila besaran listrik yang di ekspor ke Singapura adalah sebesar 2 Gigawatt. Adapun listrik itu bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berada di Batam, Kepulauan Riau.

Bahkan, Luhut menilai angka ekspor listrik yang masuk dalam kategori listrik ramah lingkungan tersebut bisa berubah.

“Itu kan tadi dibilang 2, pertama 2 gigawatt ya. Nanti bisa aja berkembang, bisa, nanti tambah. Kita lihat lah, itu yang paling baik,” ujar Luhut,” tambahnya.

Kendati demikian, Luhut memastikan bahwa Pemerintah tetap memprioritaskan listrik untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  NU Miliki Peran Penting dalam Perdamaian di Afghanistan

“Kita harus juga liat kebutuhan dalam negeri kan. Jangan semua kita ekspor, nanti kita nggak punya,” kata Luhut.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi untuk berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Di antaranya dilakukan melalui penguatan kerja sama internasional.

Wapres juga menilai terdapat sejumlah ajakan dalam upaya memajukan pembangunan global.

“Saya mengajak para pemimpin dunia untuk bersama-sama mengoptimalkan kerja sama internasional di bidang teknologi hijau,” ujar Wapres Ma’ruf.

Lebih lanjut, dirinya juga mengajak pemimpin dunia untuk merumuskan kebijakan yang berkeadilan.

“Kedua, mari kita bersinergi dalam merumuskan inisiatif kebijakan global yang inklusif dan berkeadilan,” tuturnya.

Terakhir atau yang ketiga, Wapres Ma’ruf mendukung adanya optimalisasi peran lembaga keuangan untuk pembiayaan proyek hijau agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ketiga, mari kita dorong perluasan peran lembaga keuangan internasional dalam pembiayaan proyek hijau di negara berkembang,” ujar Wapres. (kin)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Maraknya Hoaks dan Kebocoran Data, Dosen UNJ Kembangkan E-Modul “Etika Informasi” Untuk Perkuat Literasi Digital  
Perkuat Literasi di Kepulauan Seribu, Tim Dosen UNJ Gandeng Karang Taruna Menjadi Agen Literasi
Tingkatkan Mutu Perpustakaan Sekolah, FIP UNJ dan Disarpusda Kota Bekasi Gelar PkM untuk Pengelola Perpustakaan SD dan SMP
Tim PKM UNJ Edukasi Siswa SDN Medalsari III Karawang Hadapi Cyberbullying
Fahri Hamzah ke Azka: Belajarlah di Belanda, Tapi Perbaikilah Sistem di Sini
Kemendikdasmen Perkuat Pelatihan PMKKA Berbasis Mata Pelajaran, Tingkatkan Kompetensi Guru di Era AI
Bertemu Wamen PU, Penerima Beasiswa Garuda LPDP dengan 30 LoA Dunia Siapkan Ilmu untuk Pembangunan Indonesia
Warta Kota Awards 2026 Jadikan Inovasi Daerah Sebagai Laboratorium Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Maraknya Hoaks dan Kebocoran Data, Dosen UNJ Kembangkan E-Modul “Etika Informasi” Untuk Perkuat Literasi Digital  

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Perkuat Literasi di Kepulauan Seribu, Tim Dosen UNJ Gandeng Karang Taruna Menjadi Agen Literasi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Tingkatkan Mutu Perpustakaan Sekolah, FIP UNJ dan Disarpusda Kota Bekasi Gelar PkM untuk Pengelola Perpustakaan SD dan SMP

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Tim PKM UNJ Edukasi Siswa SDN Medalsari III Karawang Hadapi Cyberbullying

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:00 WIB

Fahri Hamzah ke Azka: Belajarlah di Belanda, Tapi Perbaikilah Sistem di Sini

Berita Terbaru