JAKARTA, Mediakarya– Maraknya hoaks, penyebaran disinformasi, serta ancaman kebocoran data pribadi di era digital mendorong Tim dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan E-Modul Etika Informasi Berbasis Web bernama “Jelajah Digital”.
Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan literasi digital pemustaka sekaligus membekali mereka dengan keterampilan verifikasi informasi, pemahaman etika AI, serta perlindungan data pribadi sesuai regulasi yang berlaku.
Penelitian yang diketuai oleh Riyan Sanjaya, M.Hum. ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ melalui Skema Penelitian Produk Kreatif Pendidikan, Seni, dan Olahraga Tahun Anggaran 2026.
Penelitian dilaksanakan di Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta dan Perpustakaan Umum Provinsi DKI Jakarta.
Ketua Tim Peneliti, Riyan Sanjaya, M.Hum., menjelaskan bahwa pengembangan e-modul ini berangkat dari temuan survei terhadap 215 pemustaka yang mengungkap kesenjangan antara kesadaran dan keterampilan literasi digital.
Kemampuan
pemustaka dalam membedakan informasi valid dan hoaks ternyata menjadi indikator terendah dengan skor hanya 3,45 dari skala 4. Ironisnya, tiga kebutuhan tertinggi mereka justru adalah cara mengidentifikasi hoaks (3,89), menjaga privasi data (3,85), dan memahami hak cipta serta etika AI (3,80). Ini menjadi alarm bagi kita semua,” ungkapnya, Sabtu (8/8).
E-modul “Jelajah Digital” yang dapat diakses secara gratis melalui https://e-modul.riyansanjaya.com/ menyajikan lima unit pembelajaran interaktif:
1. Mengenal Etika Informasi di Era Digital – Membangun kesadaran akan pentingnya etika dalam mengelola informasi di tengah banjir data digital. 2. Menjadi Detektif Informasi – Mengajarkan Metode S.I.F.T. (Stop, Investigate, Find, Trace) sebagai panduan verifikasi hoaks yang dikembangkan oleh Michael Caulfield. 3. Menjaga Privasi & Keamanan Digital – Memberikan pemahaman tentang perlindungan data pribadi sesuai UU PDP No. 27 Tahun 2022 serta praktik keamanan digital. 4. Menghargai Karya Orang Lain – Membahas hak cipta, plagiarisme, dan etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam berkarya. 5. Bijak Bersosial Media – Mengajarkan etika berkomentar, Prinsip 5P, serta pencegahan perundungan siber (cyberbullying).
Dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi UNJ, Maydi Aula Riski, S.IP., M.A., menambahkan bahwa e-modul ini dirancang dengan pendekatan mobile-first mengingat 87% responden mengakses informasi melalui smartphone.
“Kami menyadari bahwa hambatan utama pemustaka adalah koneksi internet tidak stabil (31,6%) dan akses berbayar (24,2%). Karena itu, e-modul ini kami lengkapi dengan fitur PDF luring yang dapat diunduh setelah menyelesaikan seluruh unit, sehingga bisa dipelajari kapan saja tanpa internet. Semua gratis dan open access,” jelasnya.
Fitur unggulan lainnya meliputi video pembelajaran, kuis interaktif dengan umpan balik langsung, studi kasus nyata pelanggaran etika informasi, fitur cek fakta online (live fact checker), asisten AI pendamping belajar, serta sertifikat kelulusan bagi pengguna yang menyelesaikan seluruh unit.
Setelah melalui tahap pengembangan, E-Modul “Jelajah Digital” telah menjalani uji coba terbatas di Perpustakaan Jakarta (Cikini). Uji coba ini melibatkan sejumlah pemustaka yang mencoba langsung seluruh fitur interaktif, mulai dari modul verifikasi hoaks hingga simulasi perlindungan data pribadi. Hasil uji coba di lapangan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim peneliti untuk menyempurnakan e-modul sebelum digunakan secara lebih luas, memastikan bahwa materi yang disajikan benar-benar aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan dalam menghadapi arus informasi digital.
E-modul ini telah melalui uji kelayakan oleh tiga ahli. Dr. Made Duananda Kartika Degeng, S.Pd., M.Pd. (Universitas Negeri Malang) menyatakan layak digunakan tanpa revisi. Gema Rullyana (Universitas Pendidikan Indonesia) memberikan penilaian layak dengan revisi, merekomendasikan perbaikan pada konsistensi bahasa dan kualitas soal kuis. Elva Rahmah, S.Sos., M.I.Kom., Ph.D. (Universitas Negeri Padang) juga menyatakan layak dengan revisi minor pada tampilan visual dan penyederhanaan tata letak.
Penelitian ini melibatkan dosen dan mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi UNJ, yaitu Ahmad Rifqy Ash-Shiddiqy, S.IP., M.Pd. , Maydi Aula Riski, S.IP., M.A. , Laylatul Munawaroh, S.IP., M.Pd. , Wisnu Putri Airmas Jati, S.IP., M.Pd. , serta mahasiswa Muhamad Fadhila Ilmi dan Nyimas Nilam sebagai anggota tim peneliti. (dri)











