Iskandar Sitorus Sebut Kejaksaan Agung Bongkar Sampai Akar korupsi PT Timah: Melebihi dari 21 Orang

- Penulis

Jumat, 3 Mei 2024 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iskandar Sitorus. (Ist)

Iskandar Sitorus. (Ist)

 

JAKARTA,MediaKarya: Sekertaris Jendral Indonesian Audit Watch Iskandar Sitorus menyebutkan bahwa pelaku korupsi dari PT Timah yang bernilai hingga 271 triliun tersebut lebih daripada 21 orang yang kini sudah ditetapkan tersangka.

Selanjutnya dia mengatakan bahwa korupsi sebesar itu malah dilakukan oleh orang-orang kaya yang bahkan kakak beradik yaitu para petinggi Sriwijaya air.

“Walau memang baru 21 kita prediksi bertambah seperti sekeluarga Sriwijaya air, tiga kakak beradik, keluarga kaya terlibat dalam kejahatan,” jelasnya, kepada awak media, Jumat, (3/5/2024).

Lebih jauh lagi Iskandar Sitorus mengatakan bahwa pihak Kejaksaan Agung sebaiknya tidak hanya mencari siapa pelaku tindak pidana korupsi, tetapi berapa perselisihan dari kerugian negara akibat sikap atau tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat dan negara yang disebut korupsi.

“Kejaksaan agung tidak berhenti sampai pada dugaan tindak pidana korupsi timah ini. kami ajak berpikiran kerugian yang nyata, yaitu selisih harga dari saat diambil pasir timah sampai pada trading,” paparnya.

Baca Juga:  Korupsi Timah dan Monasit: Sirkuit Kejahatan Sistemik Dan Ujian Integritas Kejaksaan Agung

Oleh karena itu masyarakat dan juga beberapa pihak termasuk di dalamnya IAW menyatakan Kejaksaan mampu membongkar hingga akarnya siap pedagang di balik korupsi yang begitu besar dalam sepanjang sejarah korupsi di Indonesia.

“Kami harap kejaksaan mampu. Itu belum tersentuh sampai hari ini. Beberapa pihak di sana jadi tersangka oleh pihak kejaksaan agung. Jadi kita harap semua direksi PT timah di panggil dan tersangka kan saja,” papar Iskandar.

Kemudian dalam penelusuran Indonesian audit watch menemukan bahwa adanya sebuah pergerakan yang mencurigakan dari jajaran direksi PT Timah yang menurutnya berusaha untuk menutupi kejahatan yang lebih jauh dari produksi 271 triliun tersebut.

“Mereka mempersiapkan mps semacam rups. Kita melihat ada gerakan di PT timah yang agak aneh yang berusaha menutupi kejahatan ini. Kita berharap semua direksi PT timah harus kerja sama dengan kejaksaan agung,” jelas Iskandar.***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi
Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan
Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat
Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen
Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute
Ketika Bea Cukai Menjadi Medan Pertarungan Kekuasaan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:09 WIB

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:43 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:43 WIB

Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:25 WIB

Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen

Berita Terbaru

Foto; Mediakarya

Daerah

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Jun 2026 - 18:09 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi, (foto; Mediakarya)

Daerah

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:48 WIB