Kampus dan Peradaban Rempah

- Editor

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Universitas MH Thamrin, baru-baru ini menggelar acara resensi dua buku berjudul Di Atas Bendera Rempah dan Herbal Indonesia serta Perempuan Rempah dan Indonesia Ema.

Acara tersebut menjadi fokus pembahasan forum akademik yang dihadiri ratusan mahasiswa dan masyarakat umum, dipandu oleh narasumber Firdaus Syamsu, dan moderator Agus Rizal. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Komputer.

Dekan Fakultas Komputer, Dedi Setiadi, ST., MM., membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa pengetahuan tentang rempah dan herbal harus menjadi kompetensi dasar lintas disiplin.

Menurutnya, integrasi teknologi informasi dan ilmu komputasi dengan sektor rempah-herbal dapat melahirkan inovasi dan memperkuat ekonomi berkelanjutan di masa depan.

Dalam paparannya, Firdaus mengingatkan bahwa Indonesia sejak berabad-abad merupakan pusat gravitasi perdagangan rempah dunia.

Kekayaan ini, katanya, harus kembali ditempatkan sebagai instrumen politik dan ekonomi nasional.

Ia menekankan pentingnya hilirisasi yang dimulai dari akar budaya: perempuan sebagai motor awal pengolahan rempah menjadi bumbu siap pakai, gourmet blend, serta berbagai produk bernilai tambah tinggi.

“Hilirisasi sejati lahir dari keterampilan masyarakat, bukan semata-mata dari skala industri besar,” tegas Firdaus.

Rempah-Herbal sebagai Dialog Peradaban

Moderator Dr. Agus Rizal membawa diskusi ke ranah filosofis. Menurutnya, rempah, herbal, dan jamu merupakan hasil dialog panjang manusia dengan alam.

Baca Juga:  SYL Diduga Tiba di Istana Kepresidenan untuk Temui Jokowi

Kekayaan ini adalah warisan peradaban sekaligus amanah yang harus dijaga dan dikembangkan untuk generasi mendatang.

Rempah sebagai Alat Politik dan Ekonomi Global

Dalam sesi tanya jawab, peserta menyoroti bagaimana rempah-herbal dapat menjadi motor ekonomi berkelanjutan Indonesia.

Firdaus menjawab bahwa semuanya dimulai dari pendidikan publik. “Ketika masyarakat memahami bahwa rempah adalah alat politik dan ekonomi dalam perdagangan internasional, Indonesia dapat bergerak dari sekadar pemasok mentah menjadi pengendali nilai tambah global,” ujarnya.

Suara Penulis: Rempah-Herbal Adalah Identitas Bangsa

Pernyataan penting disampaikan Yaya Sunaryo, salah satu penulis kedua buku yang dibahas. Ia mengungkapkan bahwa karya ini lahir dari kegelisahan mendalam melihat rempah-herbal Indonesia perlahan memudar dari kesadaran publik, padahal permintaan global justru meningkat drastis.

“Seluruh warga negara wajib memahami kembali identitas rempah dan herbal Indonesia, agar kita tidak hanya menjadi penonton di pasar dunia,” ujarnya.

Rempah-Herbal Adalah DNA Nusantara

Acara ditutup dengan penegasan bahwa karya para penulis [Muhammad Zulkarnain, Yaya Sunaryo, Yudhie Haryono, Riskal Arief, Yudi Pratama, Irma Suryani Harahap, dan Asyari Muchtar] mengandung pesan strategis yang tidak boleh diabaikan:
Rempah, herbal dan jamu adalah DNA Nusantara.

Dahulu menopang ekonomi dunia, kini saatnya kembali menjadi kekuatan utama Indonesia dalam perekonomian global. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dua Pekan Penentu: Agus Wahid Sebut Solusi Kenegaraan Ada di Tangan Prabowo
Politisi PDIP Semprot Mendagri dan Kepala BGN: Jangan Main Ancam Pemda Soal Satgas MBG, Ini Pemerasan Administrasi
Musda Golkar Nias Selatan Ke-VI: Momentum Satukan Kekuatan Demi Membesarkan Partai
Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT
Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres
Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma
Riset INDEF: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sentimen Positif Netizen Anjlok dari 38,1% Jadi 29,9%
Dua Kandidat Mendaftar, Hanya Petahana Yang Lolos Verifikasi Balon Ketua Golkar Nias Selatan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Dua Pekan Penentu: Agus Wahid Sebut Solusi Kenegaraan Ada di Tangan Prabowo

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Musda Golkar Nias Selatan Ke-VI: Momentum Satukan Kekuatan Demi Membesarkan Partai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:52 WIB

Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma

Berita Terbaru