Kejagung Diminta Tidak Tebang Pilih dalam Pengungkapan Kasus Korupsi BTS

- Editor

Jumat, 26 Mei 2023 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Jonly Nahampun.

Ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Jonly Nahampun.

JAKARTA, Mediakarya – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengungkap kasus korupsi tower Base Transceiver Station (BTS) yang menyeret pokitisi NasDem, Johnny G Plate yang juga menteri Kominfo, agar dibuka dengan terang benderang.

Ketua Umum LAMI Jonly Nahampun menilai kasus korupsi yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 8 triliun itu bukan hanya dilakukan oleh Johnny Plate, melainkan beberapa pihak juga diduga ikut terlibat. Padahal, kata dia, anggaran sebesar itu sama halnya dengan 3 APBD Kabupaten/Kota.

“Ini bukan duit kecil, Johnny Plate mustahil bermain sendiri. Sebab, dari usulan anggaran tersebut pastinya sudah banyak pemain yang mengawal agar anggaran tersebut dapat disetujui DPR. Tentunya, pihak-pihak yang selama ini bermain dalam proyek tersebut memiliki kepentingan. Ini yang harus jadi perhatian semua kalangan agar kasus ini tidak berhenti pada satu orang pelaku,” ujar Jonly kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/5/2023).

Jonly juga mendesak Kejaksaan Agung untuk memanggil sejumlah orang yang diduga ikut menikmati uang haram dari hasil kong-kingkong proyek BTS tersebut.

“Sudahlah bermain sandiwaranya, jangan pura-pura sok bersih, rakyat sudah muak dengan permainan para badut pokitik yang kerap penyalahgunaan kekuasaan mengeruk uang negara demi kepentingan pribadi dan kelompoknya,” tegas Jonly.

Dia juga mendesak Kejagung untuk memeriksa sejumlah petinggi partai politik yang tergabung dalam partai koalisi dan diduga terlibat dalam kasus korupsi BTS di Kemenkominfo.

Baca Juga:  LAMI: Kasus Jual Beli Jabatan oleh Kepala Daerah Bukan Hal Aneh

“Sudah viral, beberapa petinggi partai penguasa diduga ikut terlibat. Jakasa Agung jangan sampai gamam. Apalagi tebang pilih dalam menetapkan tersangka. Sangat tidak mungkin dana delapan triliun hanya dinikmati satu orang. Pastinya banyak pihak yang ikut terlibat,” ungkap Jonly.

Kata Jonly, jangan lantaran Kepala Kejaksaan Agung merupakan adik dari salah satu politisi partai penguasa lantas tidak berani memanggil oknum anggota partai yang diduga terlibat korupsi kasus BTS tersebut.

“Jika penegakkan hukum tebang pilih maka kian menguatkan asumsi publik bahwa kasus Johnny G Plate itu sarat dengan muatan politik. Kita tunggu episode selanjutnya. Apakah hukum menjadi panglima atau hanya sebagai alat kekuasaan. Tentunya masyarakat menunggu integritas lembaga Adhiyaksa itu,” katanya.

Jonly menegaskan, jika Kejaksaan Agung tidak transparan dalam membingkar kasus korupsi BTS, LAMI akan melakukan aksi besar-besaran dan mendesak Kejagung segera menyeret sejumlah petinggi partai yang diduga ikut terlibat.

“LAMI akan kawal kasus ini sampai tuntas. Jangan bermain-main dengan hukum. Apalagi tebang pilih dalam menetapkan tersangka. Ingat, saat ini era keterbukaan, jika penegak hukum hanya menjadi kepanjangan tangan penguasa, rakyat akan marah. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” pungkas Jonly. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dugaan Pungli Pengaktifan Dapur Kembali Mencuat, Kepala BGN Diminta Segera Tindak Oknum Pemburu Rente
Usai Insiden Kecelakaan Di Jalan Raya Narogong, Kapolres Kunjungi TPST Bantargebang
Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju
Diduga Beli Tanah Hasil Tindak Pidana, IPW Adukan Kombes IAH ke Div Propam Polri
Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Dugaan Pungli Pengaktifan Dapur Kembali Mencuat, Kepala BGN Diminta Segera Tindak Oknum Pemburu Rente

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Usai Insiden Kecelakaan Di Jalan Raya Narogong, Kapolres Kunjungi TPST Bantargebang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Diduga Beli Tanah Hasil Tindak Pidana, IPW Adukan Kombes IAH ke Div Propam Polri

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Berita Terbaru