Kejari Kota Bekasi Didesak Ungkap Mafia Tanah TPA Sumur Batu

- Editor

Jumat, 24 Oktober 2025 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Politik Nusantara Sejahtera (PNS) Noor Fatah

Direktur Eksekutif Politik Nusantara Sejahtera (PNS) Noor Fatah

KOTA BEKASI, Mediakarya – Proses pembebasan perluasan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi berpotensi bakal  menghambat kelancaran pembangunan Proyek Strategis Nasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).

Hal tersebut menyusul dengan pernyataan Endi bin Acip, warga  terdampak perluasan lahan yang mengaku tidak menerima pembayaran ganti rugi dari pihak Disperkimtan Pemkot Bekasi.

Padahal, poses pengadaan tanah untuk kepentingan umum mekanismenya sudah diatur dalam perundang-udangan yang jelas agar hak-hak masyarakat tidak ada yang dilanggar dan dirugikan

Terkait dengan permasalahan tersebut, Direktur Eksekutif Politik Nusantara Sejahtera (PNS) Noor Fatah, menyayangkan terjadinya  peristiwa tersebut.

Dia pun menilai pihak Disperkimtan Pemkot Bekasi sebagai pembeli diduga memiliki data yang tidak akurat, sehingga merugikan warga masyarakat

Dirinya juga menduga adanya praktik kecurangan yang diduga dilakukan oleh Disperkimtan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Berdasarkan investigasi kami,  bahwa warga yang diketahui bernama Endi Bin Acip ahli waris dari Ibu Rimot Binti Enggul memiliki sebidang tanah 400 M² berlokasi di RT.03 RW.03 Kp.Ciketing, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi mengakui menjadi korban mafia tanah pembebasan TPA Sumur Batu,” ungkap Noor Fatah kepada Mediakarya di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Terkait dengan belum diterimanya uang ganti rugi pembebasan lahan TPA Sumur Batu oleh para penjual, Fatah mendorong Kejaksaan Negeri Kota Bekasi segera turun tangan untuk menyelidiki adanya dugaan mafia tanah yang diduga melibatkan oknum ASN Kota Bekasi dan para biong (calo) pembebasan lahan tanah TPA Sumur Batu tersebut.

Baca Juga:  Ketua DPD RI Dorong Kriteria Penerima Beasiswa Diperluas

“Sebab berdasarkan informasi yang kami terima bahwa dana pembebasan lahan tersebut sudah dicairkan, namun pihak pemilik lahan atau ahli waris belum menerimanya. Artinya di sini ada dugaan permainan antara oknum Disperkimtan dengan pihak yang dipercaya untuk mengurus lahan tersebut,” tegas Fatah.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Perpres No.109 tahun 2025 tentang penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi Proyek Strategis Nasional.

“Terkait adanya dugaan praktik kecurangan yang dilakukan  oleh oknum Disperkimtan Kota Bekasi yang merugikan masyarakat dikhawatirkan akan menghambat berjalannya program PSN-PSEL di Kota Bekasi,,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah pusat berencana akan menggelontorkan anggaran melaui Danantara dalam rangka membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di 33 lokasi termasuk PSEL di Kota Bekasi.

“Namun jika penegak hukum tidak segera mengambil langkah tegas dalam mengungkap mafia tanah pembebasan TPA Sumur Batu itu,  dikhawatirkan proses pembangunan PSEL di Kota Bekasi menjadi terhambat,” pungkasnya. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga
Aliran Kali Yang Jadi Sumber Air Baku Tirta Patriot Tercemar Dan Berbau
Diskominfostandi Kota Bekasi Diminta Buka Data Anggaran Kerja Sama Media
Meski KTP Masih di Desa Ciledug, Warga Ini Terancam Tak Bisa Memilih di Pilkades
Lantik Amos Hutauruk Cs, Munjirin Ajak Korps Alumni KNPI Jaktim Sinergi Bangun Jakarta

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:45 WIB

BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Diskominfostandi Kota Bekasi Diminta Buka Data Anggaran Kerja Sama Media

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Ekonomi & Bisnis

Kebocoran Devisa Terbongkar: Mengubah Peta Hubungan RI-Singapura 

Selasa, 4 Agu 2026 - 21:55 WIB

Warga berunjuk rasa di Kantor Kepala Desa Burangkeng dan mendesak BPD bertindak tegas terhadap Panitia Pilkades yang dinilai bekerja tidak profesional.

Daerah

BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga

Selasa, 4 Agu 2026 - 21:45 WIB