Home / DKI

Kemacetan Jakarta Kian Parah, Gubernur Pramono Harus Copot Syafrin Liputo

- Editor

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya-Laporan terbaru TomTom Traffic Index 2025, posisi Jakarta melonjak drastis menjadi peringkat ke-24 kota termacet di dunia, sebuah lompatan negatif yang sangat tajam dari posisi sebelumnya.

Secara nasional, Jakarta bahkan naik menjadi peringkat kedua kota termacet di Indonesia, tepat di bawah Kota Bandung.

Hasil laporan tersebut seakan menjadi alarm bagi Gubernur Pramono Anung menyikapi kinerja kepala dinas perhubungan (dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto mengungkapkan merujuk laporan TomTom Traffic Index 2025, data lalu lintas Jakarta sepanjang tahun 2025 dikumpulkan selama 24 jam sehari, mencakup jam sibuk pagi dan sore. Data tersebut berasal dari lebih dari 3,65 triliun kilometer perjalanan di seluruh dunia, dikumpulkan secara anonim dari pengemudi di wilayah metropolitan dan pusat kota, mencakup seluruh jaringan jalan, baik jalan arteri maupun jalan tol.

“Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kemacetan rata-rata Jakarta mencapai 59,8 persen, meningkat 1,1 poin persentase dibandingkan tahun 2024. Jarak tempuh rata-rata dalam 15 menit hanya 5,7 kilometer, lebih pendek 0,2 kilometer dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Suriyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/1).

Menurut pria berkacamata yang akrab disapa SGY seluruh data tersebut semakin menegaskan bahwa kemacetan Jakarta bukan sekadar persepsi, melainkan realitas pahit yang dirasakan warga setiap hari.

“Masyarakat Jakarta tidak membutuhkan klaim keberhasilan berbasis peringkat semata, melainkan terobosan nyata dan kebijakan konkret yang mampu memperbaiki mobilitas,” ujarnya lagi.

Baca Juga:  Sinergi Dewas dan Direksi PAM JAYA: Strategi Sukses IPO dan Target 100 Persen Akses Air Bersih PAM Jaya pada 2029

Seluruh data dari TomTom tersebut merupakan hasil pengukuran objektif, bukan opini.

“Ketika seluruh indikator menunjukkan tren memburuk, sementara kepemimpinan di Dinas Perhubungan tidak mengalami penyegaran selama lebih dari enam tahun, maka evaluasi menyeluruh menjadi sebuah keniscayaan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut SGY dengan segala hormat dan niat baik, saya kembali menyampaikan pandangan bahwa sudah saatnya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo dan Rano Karno, melakukan penyegaran kepemimpinan di Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

“Pergantian Kadishub bukanlah bentuk hukuman, melainkan bagian dari manajemen pemerintahan yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan publik. Jakarta membutuhkan energi baru, gagasan segar, dan terobosan konkret untuk keluar dari jerat kemacetan yang kian hari kian menggerogoti kualitas hidup warganya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada awal Januari 2026, TomTom Traffic Index 2025—sebuah survei kelas dunia yang selama ini menjadi rujukan resmi Pemprov DKI Jakarta—merilis laporan terbarunya. Hasilnya sangat mengejutkan publik, pemerhati transportasi, dan masyarakat Jakarta secara luas.

Berdasarkan rilis TomTom Traffic Index 2025, kemacetan Jakarta terbukti kian parah. Jika merujuk data TomTom Traffic Index 2024 yang dirilis Januari 2025, Jakarta masih berada di peringkat ke-90 kota termacet di dunia dan peringkat ke-5 secara nasional, di bawah Bandung, Medan, Palembang, dan Surabaya. Namun capaian tersebut ternyata tidak mampu dipertahankan, apalagi ditingkatkan. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Munjirin Ingatkan Pemilik Gedung Antisipasi Bahaya Kebakaran
Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB
Legenda Persija Nur’alim Jabrik Apresiasi Turnamen Gatet Cup 2026
Datangkan Eks Persija Jakarta Mulki Hakim ke Pejuang Putra FC, Ketua FKRW Se Kelurahan Sangat Mengapresiasi.
Korps Alumni KNPI Jaktim: Program Pilah Sampah dari Rumah Kolaborasi Jumhur dan Pramono
Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi
Kirim Surat Terbuka ke Menkeu Purbaya, Korps Alumni KNPI Jaktim Tawarkan Dua Solusi

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Senin, 28 September 2026 - 10:33 WIB

Munjirin Ingatkan Pemilik Gedung Antisipasi Bahaya Kebakaran

Rabu, 23 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB

Minggu, 20 September 2026 - 17:13 WIB

Legenda Persija Nur’alim Jabrik Apresiasi Turnamen Gatet Cup 2026

Minggu, 20 September 2026 - 16:23 WIB

Datangkan Eks Persija Jakarta Mulki Hakim ke Pejuang Putra FC, Ketua FKRW Se Kelurahan Sangat Mengapresiasi.

Berita Terbaru