Segera Laksanakan Musda, Kemelut DPD Golkar Kota Bekasi Berakhir

- Editor

Kamis, 28 Oktober 2021 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Partai Golkar

Logo Partai Golkar

JAKARTA,  Mediakarya – Polemik soal kekisruhan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi bakal segera berakhir. Hal tersebut menyusul dengan informasi yang berkembang di Dewan Pimpinan pusat (DPP) Partai Golkar, bahwa Mahkamah Partai telah memberikan rekomendasi bahwa Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kota Bekasi sudah dapat dilaksanakan pada bulan ini.

Dari sejumlah nama yang muncul sebagai kandidat ketua DPD, nama Ade Puspitasari paling populer dibanding kandidat lain. Bahkan berdasarkan hasil survei, anak Wali Kota Bekasi itu paling populer dibanding Novel Saleh Hilabi yang sempat santer bakal baju pada Musda Golkar ke V ini.

Seperti diketahui sebelumnya, menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat calon ketua.

Berdasarkan informasi yang berkembang, setidaknya ada empat kader Golkar yang akan bertarung dalam Musda mendatang yakni, Ade Puspita Sari, TB Hendra, Heri Budisusetyo, dan Nofel Saleh Hilabi.

Dari empat nama yang muncul itu, sosok Ade Puspita Sari dinilai cukup populer ketimbang tiga kader Golkar lainnya yang akan memperebutkan posisi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin di Kota Bekasi itu.

Sebeb, Ade merupakan sosok generasi milenial dan telah terbukti mendapat simpati publik yaitu sebagai wakil rakyat di DPRD provinsi Jawa Barat. Sementara calon kandidat yang lain, gagal lolos ke parlemen.

Dukungan dari sejumlah elit di DPP terhadap Ade Puspita Sari untuk maju pada gelaran Musda Golkar Kota Bekasi itu pun terus mengalir.

“Logika politik para elit Golkar tentunya realistis. Karena Ade merupakan sosok generasi milenial yang berhasil mendapat suara 60 ribu lebih saat Pileg 2019 lalu, dan ini sebuah prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena capaian suara Ade melampaui suara anggota DPR RI dari Golkar di Dapil yang sama,” ujar pemerhati politik dari Universitas Negeri Jember Dr Puji Wahono, belum lama ini.

Baca Juga:  Kader Partai Golkar Diminta Miliki Kedewasaan Dalam Memimpin

Menurut Puji, tolak ukur penilaian ketokohan sosok generasi milenial salah satunya adalah teruji dalam kontestasi politik. Selain itu, dari aspek akademiknya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Misal, dari aspek legalitas pendidikan formilnya. Selain itu saat Pileg bisa lolos ke parlemen dan meraih suara signifikan. Nah, kalau dilihat dari sederet calon kandidat ketua DPD Golkar Kota Bekasi, hanya Ade Puspita yang dinilai mampu bersaing dengan kandidat lain,” kata direktur eksekutif Akbar Institute ini.

Kendati demikian, lanjut Puji, dalam memperebutkan ketua partai di daerah, tentunya yang berhak menentukan siapa yang berhak menjadi Ketua DPD adalah pemilik suara, yakni para PK.

Puji mengingatkan, Musda Golkar bukan pertarungan politik yang sebenarnya. Sebab, hak suara masih ditentukan oleh kader itu sendiri. Sementara saat Pileg 2024 mendatang merupakan ajang pertempuran partai yang memperebutkan jumlah kursi di parlemen.

Dari pertarungan terbuka itu, kata Puji, Ade dinilai telah melampaui fase sebagai politisi. Hal itu dibuktikan dengan melenggangnya Ade ke DPRD Jabar, mewakili masyarakat Kota Bekasi dan Kota Depok. Sementara calon kandidat yang lain belum terlihat prestasinya. Padahal, Ketua DPD terpilih nanti diharapkan dapat membawa partainya lebih baik. (dji)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia
Proses Open Bidding Jabatan di Pemkot Bekasi Dituding Abaikan Sistem Meritokrasi
Miliki Basis Massa Akar Rumput, Partai Gerakan Rakyat Kini tak Lagi Dipandang Sebelah Mata
IAW Sebut Konflik Pulau Rempang Bukti Kegagalan Rezim Jokowi dalam Tata Kelola Agraria
Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku
Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya dan Pangkormar Perkuat Sinergi TNI-Polri untuk Jaga Stabilitas Jakarta
Kodam Jaya Pastikan Tak Ada Penggusuran di Jalan Kwini VIII, Lahan Negara untuk Rumah Susun Prajurit TNI AD
Tinjau Reservoir PAM JAYA, Komisi B Dukung Langkah PAM JAYA Tekan NRW

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:22 WIB

TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Proses Open Bidding Jabatan di Pemkot Bekasi Dituding Abaikan Sistem Meritokrasi

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:13 WIB

Miliki Basis Massa Akar Rumput, Partai Gerakan Rakyat Kini tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:21 WIB

IAW Sebut Konflik Pulau Rempang Bukti Kegagalan Rezim Jokowi dalam Tata Kelola Agraria

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:05 WIB

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku

Berita Terbaru

Megapolitan

TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia

Jumat, 31 Jul 2026 - 14:22 WIB