Kementerian LHK Pastikan Tanam Serentak Pulihkan Lahan Kritis

- Editor

Jumat, 8 Maret 2024 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KHLK) memastikan bahwa penanaman serentak di Indonesia bukan hanya kegiatan seremonial semata, melainkan upaya memulihkan lahan kritis agar bermanfaat secara ekologi dan ekonomi.

Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASR) Kementerian LHK Dyah Murtiningsih menyatakan untuk keempat  kali  KLHK   melakukan rangkaian kegiatan Penanaman Pohon Secara Serentak di seluruh Indonesia pada 7 Maret 2024.

“Ini bukan hanya seremonial saja, tapi akan menjadi program kita dan akan terus dipelihara dan dijaga oleh masyarakat, karena ini yang juga dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri,” ujar Dyah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dirjen PDASR memimpin kegiatan penanaman pohon serentak di Hutan Wisata Desa Namang, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, yang melibatkan 150 peserta dari berbagai instansi pemerintah, komunitas hingga masyarakat yang peduli akan kelestarian alam.

Sekitar 500 jenis bibit ditanam di kawasan rehabilitasi hutan dan lingkungan seluas 1,7 hektare tersebut, di antaranya bibit pohon mangga, jambu citra, sawo, durian, lengkeng, nyatoh, pelawan, dan bibit pohon jengkol.

Lokasi-lokasi yang dijadikan areal menanam serentak, lanjutnya, menjadi program Ditjen PDASRH-KLHK, selain itu ada program bibit rakyat, yang bersama-sama dengan masyarakat di Desa Namang memproduksi bibit dan menanam di sekitar Desa Namang.

Pada kesempatan itu Dyah meminta masyarakat untuk menjaga lahan kritis, agar kerusakan hutan dan lahan tidak terjadi di Pulau Bangka serta berharap kegiatan ini memberikan dampak ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  LPSK Serahkan Kompensasi 9 Korban Teroris Masa Lalu Warga Banten

Sebelumnya saat memimpin penanaman serentak di Mangrove Education Center Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Menteri LHK, Siti Nurbaya menyatakan penanaman serentak sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan.

Selain itu, sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan dengan memperbanyak tegakan pohon/tanaman, juga meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat umum atas pelaksanaan program pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan khususnya kegiatan penanaman pohon.

“Indonesia sebagai pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia, mempunyai arti sangat penting dalam upaya pengendalian iklim global,” katanya, dilansir dari antara.

Hutan, lanjutnya, merupakan salah satu kunci untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mendinginkan udara dan melindungi kita dari kekeringan, panas ekstrem, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati, atau yang biasa disebut triple planetary crisis.

Siti menyatakan, komitmen-komitmen lingkungan yang selalu disampaikan pada berbagai forum global/multilateral.

Indonesia, tambahnya, memandang sangat penting untuk memastikan komitmen-komitmen tersebut dipenuhi melalui kebijakan dan aksi-aksi nyata, untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

“Salah satunya dengan menanam dan memelihara pohon sebanyak mungkin,” katanya. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan
Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026
Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas

Berita Terbaru