Kepala Dinas Diisi Orang Dekat Wali Kota, Kota Bekasi Krisis Pejabat Berkompeten

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budi Rahman (dilingkari) saat dilantik sebagai Camat Medansatria. (Ist)

Budi Rahman (dilingkari) saat dilantik sebagai Camat Medansatria. (Ist)

BANDUNG, Mediakarya – Direktur eksekutif Parasanda Bumi Pertiwi (Prabu) Foundation, Asep Muhargono, menilai bahwa Kota Bekasi tengah dilanda krisis birokrasi yang berkompetensi.

Menurut Asep, saat ini sejumlah dinas di Kota Bekasi diisi oleh  pejabat yang tidak memiliki kualifikasi, atau kompetensi di bidangnya, namun dipaksakan untuk menduduki jabatan tertentu.

Persoalan ini bermula dari proses mutasi jabatan yang tidak berdasarkan meritokrasi (kualifikasi, kompetensi, kinerja). “Hal itu ditandai dengan kuatnya patronase, nepotisme, dan politik praktis, di mana jabatan dianggap komoditas politik, bukan tanggung jawab publik, meskipun aturan ASN mewajibkan sistem meritokrasi,” ujar Asep saat diminta keterangannya oleh Mediakarya di Bandung, Jumat (12/12/2025).

Fenomena ini menyebabkan yang memiliki akses atau kedekatan dengan Wali Kota yang naik, bukan yang memiliki kompetensi di bidangya, akibatnya reformasi birokrasi mandek.

Seperti, baru-baru ini Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melantik adik kandungnya sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Padahal latar belakangnya merupakan dokter hewan. Kemudian, Tri juga mengangkat adik iparnya sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Parahnya lagi, mantan pengguna narkoba dilantik menjadi Camat Medansatria. Tentu publik menanyakan apa dasar pertimbangan Tri Adhianto melantik mantan pecandu narkoba, apa sudah tidak ada sosok lain sehingga Wali Kota Bekasi melantiknya,” tegas Asep.

Baca Juga:  Whoosh dan Komitmen Anti Korupsi Hanya Omon-omon

Jabatan sebagai Komoditas Politik

Asep perpendapat, pengisian jabatan struktural seringkali menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan atau bagi-bagi kekuasaan politik, bukan untuk efisiensi kinerja.

“Sehingga prinsip kualifikasi, kompetensi, dan kinerja sering diabaikan, mengesampingkan prinsip keadilan dan objektivitas. Hal itu terbukti beberapa pos jabatan eselon tertentu diisi oleh orang yang tidak memiliki kompetensi,” jelas Asep.

Selain itu, mekanisme pengisian jabatan eselon III dan IV seringkali tidak terbuka dan didominasi oleh pertimbangan internal Baperjakat yang dipengaruhi faktor non-merit. Sementara, pejabat yang kompeten namun tidak memiliki ‘akses’ atau kedekatan politik akan tersingkir.

Meskipun ada aturan dan semangat meritokrasi dalam UU ASN (UU No. 5/2014), pelaksanaannya di lapangan, terutama dalam mutasi jabatan, masih sering terdistorsi oleh praktik-praktik non-meritokratis, seperti yang terjadi di beberapa daerah seperti Bekasi atau Majene (berdasarkan penelitian).

“Untuk itu Prabu Foundation mendesak KPK dan Kejaksaan Agung untuk mengungkap adanya dugaan transaksional dalam proses rotasi dan mutasi yang terjadi di Kota Bekasi. Bahkan, ASN yang kabarnya memiliki kedekatan dengan Wali Kota sebelumnya, saat ini banyak ditempatkan pada posisi non strategis,” tutup Asep. (Asp)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan
Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat
Tim Satgas Pengawasan MBG Setu Tinjau SPPG Cijengkol 02, Ingatkan Pemisahan Sampah
Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen
Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik
Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute
Ketika Bea Cukai Menjadi Medan Pertarungan Kekuasaan
Bawa Isu Nasional, Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi Geruduk DPRD
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:51 WIB

Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:43 WIB

Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:33 WIB

Tim Satgas Pengawasan MBG Setu Tinjau SPPG Cijengkol 02, Ingatkan Pemisahan Sampah

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:25 WIB

Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:12 WIB

Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik

Berita Terbaru