Ketua Umum PC GP Ansor Kota Bekasi: Islamic Center Jangan Jadi Ruang Komersil

- Editor

Minggu, 8 Agustus 2021 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Islamic Centee Bekasi

Gedung Islamic Centee Bekasi

KOTA BEKASI, Mediakarya – Ketua Umum PC GP Ansor Kota Bekasi, Muhammad Juffry berharap keberadaan Islamic Center mampu menjadi pusat studi Islami dan dapat merangkul semua komponen sehingga dapat menciptakan harmonisasi antarumat sesuai dengan visi kota Bekasi sebagai Kota Ihsan.

“Seharusnya Islamic Center dapat difungsikan sebagai laboratorium peradaban Islam yang membawa Islam sebagai agama yang Rahmatan Lilalamin. Karena Islam mengajarkan kompetesi yang beradab,” kata Juffri kepada wartawan di Bekasi, Minggu (8/8/2021).

Padahal, kata Juffry, fungsi awal didirikannya Islamic Center sebagai icon Bekasi sebagai kota religius yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan bagi umat Islam. Namun sayangnya saat ini sudah beralih fungsi menjadi tempat komersil, daripada membangun peradaban Islam di Kota Bekasi.

“Saat ini kondisinya hanya sebagai tempat hajatan dan kios pedagang kaki lima. Jadi orang Bekasi sekarang paham kalau ke Islamic mau apa, ya mau kondangan, saya pikir dominannya lebih pada wilayah komersil, bukan pada wilayah membangun peradaban Islam yang ada di Kota Bekasi,” katanya.

Dikatakan Juffry seharusnya Islamic Center sebagai identitas umat Islam khususnya di Kota Bekasi. Oleh karenanya ia meminta Pemkot Bekasi ikut berperan dalam mengembalikan fungsinya komplek Islamic Center itu sendiri.

Baca Juga:  Anggota PPK Dipecat Tempuh Jalur Hukum, KIP Aceh Utara Enggan Perlihatkan Data

Menyinggung soal keberadaan Islamic Center yang saat ini sudah beralih fungsi sebagai komplek komersil. Juffry juga mempertanyakan soal hasil pengelolaan anggaran yang diduga terjadi kebocoran.

“Ini persoalan yang cukup serius. Bahkan saya dapat informasi pihak Islamic sendiri belum ada tanggapan terkait dengan berapa besar anggaran yang dikelola yayasan,” imbuhnya.

Ia juga kembali mendesak pemerintah Kota Bekasi untuk segera mengambil alih kepengurusan Islamic Center agar fungsi awal sebagai laboratorium keislaman dan dapat dimanfaatkan pemerintah untuk kemaslahatan umat.

Sebelumnya diberitakan diberbagai media, pengelolaan anggaran Islamic Center oleh yayasan Nurul Iman diduga tidak transparan. Yayasan tersebut diduga tidak pernah membayar Pajak Bumi Bangunan terhitung sejak 2017 – 2021 sebesar Rp 3.655.472.463.

Tidak hanya PBB, sewa retribusi yayasan atas pengelolaan lahan komersil tersebut juga belum pernah dibayarkan sebesar Rp 6.749.786.700 selama kurun waktu yang sama.

“Kami mendesak Wali Kota agar segera mencabut rekomendasi Wali Kota No 032/ Kep. 572-BPKAD/VII/2016 tentang ijin pengelolaan Islamic Center oleh Yayasan Nurul Iman,” tegas Juffry.(red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju
BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga
Aliran Kali Yang Jadi Sumber Air Baku Tirta Patriot Tercemar Dan Berbau
Diskominfostandi Kota Bekasi Diminta Buka Data Anggaran Kerja Sama Media
Meski KTP Masih di Desa Ciledug, Warga Ini Terancam Tak Bisa Memilih di Pilkades
Lantik Amos Hutauruk Cs, Munjirin Ajak Korps Alumni KNPI Jaktim Sinergi Bangun Jakarta
Belum Sepekan, Pakuwon Mall Bongkar Kembali Padar Besi Setinggi 2 Meter
Beri Dukungan, Kapolsek Bekasi Barat Jenguk Anggotanya Yang Sakit

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:45 WIB

BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Aliran Kali Yang Jadi Sumber Air Baku Tirta Patriot Tercemar Dan Berbau

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Diskominfostandi Kota Bekasi Diminta Buka Data Anggaran Kerja Sama Media

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:08 WIB

Meski KTP Masih di Desa Ciledug, Warga Ini Terancam Tak Bisa Memilih di Pilkades

Berita Terbaru