Kritukus Pemerintah Berkumpul di Dharmawangsa, Ternyata Ini Yang Dibahas

- Editor

Jumat, 29 Oktober 2021 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI, Jokowi, saat memimpin Upacara Penetapan Komponen Cadangan

Presiden RI, Jokowi, saat memimpin Upacara Penetapan Komponen Cadangan

JAKARTA, Mediakarya -Sejumlah tokoh yang selama ini dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan di kawasan Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Sejulah tokoh tampak hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Rocky Gerung, Ferry Juliantono, Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, Refly Harun, Arief Poyuono, Akbar Faisal dan beberapa tokoh lainnya.

Mulai aktivis hingga pakar ekonomi menggelar pertemuan di Dengan suara lantang Mereka mengkritik keadaan politik saat ini yang dikuasai kelompok tertentu atau oligarki.

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menilai sistem pemilu saat ini hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Maka, lewat revisi UU Pemilu dengan mengubah syarat pencalonan presiden, dia yakin demokrasi di Indonesia akan lebih sehat.

“Artinya apa? kalau oligarki atau kekuatan Istana ini solid, maka tidak ada lagi kekuatan oposisi yang akan berkembang. Mereka bisa menciptakan 2-3 calon untuk pemilu gajah,” ungkap Refly Harun.

“Yang menang hanya di antara mereka saja di inner circle mereka. Intinya tidak ada pemilihan yang genuine,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu inisiator pertemuan yang membawa tema “Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia” Ferry Juliantono menyinggung soal ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT) yang dianggap sebagai penghambat demokrasi. Selain itu penetapan PT tersebut dinilai hanya mempertahankan oligarki.

Baca Juga:  BMKG Terus Pantau Perkembangan Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ferry Juliantono juga mendukung penuh agar presidential threshold dapat menjadi 0 persen.

Seperti diketahui, saat ini dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, ambang batas pencalonan presiden mensyaratkan kepemilikan kursi DPR 20 persen.

Oleh sebab itu, Ferry Juliantono dan kelompok yang berkumpul mendorong agar presidential threshold dapat menjadi 0 persen lewat revisi UU Pemilu.

“Mudah-mudahan dengan tekanan, dukungan dari kita semua masyarakat Indonesia yang ingin supaya PT itu bisa 0 persen itu bisa dimenangkan,” jelas Ferry Juliantono, kemarin.

“Itu salah satu cahaya kecil ruang yang insyaallah kalau kita niatkan, kita satukan itu bisa akan tercapai,” sambungnya.

Dalam acara tersebut, pengamat sosial dan politik Rocky Gerung juga menyindir bahwa sistem pemilu nasional saat ini telah membentuk oligarki yang terus beternak politisi muda.

Menurut Rocky Gerung, bahwa sistem ketatanegaraan perlu diperbaiki secara mendasar, salah satunya lewat reformasi aturan presidential treshold 0 persen.

“Dengan cara itu kita mencegah oligarki, beternak politisi baru di 2024. Sebetulnya itu strateginya yang bisa kita pikirkan sama-sama,” tegasnya. (dji)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kolaborasi PAM JAYA dan Pemkot JakTim, Prasarana Olahraga Tinju di Kampung Melayu Diresmikan Gubernur Pramono
Adi Suparto Bedah Prahara Sadap 2026: Jangan Hanya Lihat Kriminalnya, Ini Ujian Konstitusi!
Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden
Puji Listyo Kapolri Terbaik, Deklarator Relawan “Poros Prabowo Subianto Presiden” Desak Gerindra Copot Habiburokhman dari Ketua Komisi III
IPPS Sebut Prabowo-Jokowi Sama-Sama Toksik, Rakyat Hanya Jadi Korban Dua Gajah Bertarung
Kongsi Politik Sudah Pecah, Tersisa Jejak Pengkhianatan
Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik
Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 10:40 WIB

Kolaborasi PAM JAYA dan Pemkot JakTim, Prasarana Olahraga Tinju di Kampung Melayu Diresmikan Gubernur Pramono

Minggu, 8 November 2026 - 07:05 WIB

Adi Suparto Bedah Prahara Sadap 2026: Jangan Hanya Lihat Kriminalnya, Ini Ujian Konstitusi!

Sabtu, 7 November 2026 - 19:18 WIB

Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden

Sabtu, 7 November 2026 - 15:18 WIB

IPPS Sebut Prabowo-Jokowi Sama-Sama Toksik, Rakyat Hanya Jadi Korban Dua Gajah Bertarung

Sabtu, 7 November 2026 - 12:28 WIB

Kongsi Politik Sudah Pecah, Tersisa Jejak Pengkhianatan

Berita Terbaru

Ilustrasi  (Foto: Ist)

Opini

Polri Milik Negara Bukan Milik Kekuasaan

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:37 WIB

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman (Foto: dok. Fraksi Gerindra)

Headline

Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:18 WIB