Kunjungan ke Banjarnegara Dikawal Ratusan Personel Polisi, Jokowi Dituding Salahgunakan Fasilitas Negara

- Penulis

Senin, 13 Januari 2025 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan presiden Jokowi saat kunjungan ke Banjarnegara (Foto: Ist)

Mantan presiden Jokowi saat kunjungan ke Banjarnegara (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dituding telah menyalahgunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, padahal sudah tidak menjabat sebagai kepala negara.

Salah satunya saat Jokowi melakukan “kunjungan kerja” ke Banjarnegara, Jawa Tengah, yang melibatkan pengamanan oleh hampir 200 personel polisi.

Analis politik Rocky Gerung menyebut bahwa kunjungan Mulyono alias Jokowi sudah tidak relevan dengan statusnya yang bukan lagi presiden.

“Kunjungan kerja biasanya untuk mengevaluasi kebijakan negara, namun kali ini terasa konyol karena Jokowi sudah tidak lagi menjabat,” kata Ricky baru-baru ini.

Rocky menilai bahwa meskipun sudah lengser, Jokowi tetap terikat dengan kehidupan politik karena berbagai hal yang masih melekat padanya, seperti informasi atau “rahasia negara”.

Rocky mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilakukan Jokowi lebih mirip sebagai bagian dari upaya mempertahankan citra dirinya di depan publik.

Baca Juga:  Pencopetan Konstitusi Asli

Kunjungan-kunjungan tersebut, menurut Rocky, berfungsi sebagai bagian dari strategi komunikasi politik untuk mempertahankan eksistensinya di tengah masyarakat.

Bahkan, tindakan ini juga diyakini Rocky berkaitan dengan mendukung karier politik anaknya, Gibran Rakabuming, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden.

Lebih lanjut, Rocky menganggap tindakan Jokowi sebagai bentuk “korupsi” yang merusak sistem demokrasi.

“Korupsi di sini bukan berarti mencuri uang, tapi lebih pada merusak sistem etika dan demokrasi yang ada,” ujarnya.

Terkait hal tersebut banyak netizen yang beranggapan bahwa hubungan Jokowi dengan partai cokelat atau plesetan dari aparat kepolisian makin tidak bisa dipisahkan dan menjadi boomerang bagi pemimpin saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Terkait Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, KAI Mengajak Publik Menunggu Hasil Investigasi Resmi KNKT
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Harus Manfaatkan Momentum Kendaraan Listrik
Nama Mantan Jenderal Masuk dalam Surat Dakwaan KPK, Tri Nusa Jakarta Raya: KPK Tak Boleh Gentar
Amnesty International Indonesia Kecam Kasus Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren
Copot Sekjen Tanpa Melalui Rapat Pleno, Kader Senior Partai Golkar Ini Tuding Ketum AMPG Tidak Paham Organisasi
ICW Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Jasa Sertifikasi Halal di BGN
Terungkap Dalam Surat Dakwaan, Dua Pejabat Penting DJBC Diduga Ikut Terlibat Loloskan Izin Kepabeanan Secara Ilegal
Pelaku Usaha Industri Perberasan Berdarah-darah, Siapa Yang Untung?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:13 WIB

Terkait Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, KAI Mengajak Publik Menunggu Hasil Investigasi Resmi KNKT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:58 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Harus Manfaatkan Momentum Kendaraan Listrik

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:57 WIB

Amnesty International Indonesia Kecam Kasus Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:39 WIB

Copot Sekjen Tanpa Melalui Rapat Pleno, Kader Senior Partai Golkar Ini Tuding Ketum AMPG Tidak Paham Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:14 WIB

ICW Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Jasa Sertifikasi Halal di BGN

Berita Terbaru