Mahasiswa Jatim: Selebaran “Tolak Pelanggar HAM” Bukan Kampanye Hitam

- Editor

Selasa, 16 Januari 2024 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Mediakarya – Aliansi Mahasiswa Jawa Timur menegaskan bahwa gerakan menyebar selebaran “tolak politik dinasti dan pelanggaran HAM” bukan merupakan black campaign atau kampanye hitam serta penyebaran hoaks.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Jawa Timur, Moh Mahshun Al Fuadi di Surabaya, Selasa mengatakan gerakan menyebar selebaran itu murni atas dasar kemanusiaan dan kegelisahan mahasiswa terhadap pelanggaran HAM berat yang menimpa kalangan aktivis 1998.

Juga atas dasar simpati mahasiswa terhadap keluarga korban yang tidak kunjung menemukan kejelasan hingga tahap peradilan kampanye hitam dalam kontestasi politik.

“Kami tidak menebar fitnah, hoaks maupun Pemilu 2024, melainkan selebaran yang kami sampaikan merupakan tulisan akademis, berbasis data-data sekunder yang kami himpun dari berbagai media nasional yang kredibel, serta sejumlah dokumen negara yang berkaitan dengan kasus pelanggaran HAM,” ujarnya.

Gerakan serentak yang dilakukan mahasiswa se-Indonesia ini merupakan sebuah tekanan terhadap seluruh unsur kenegaraan baik eksekutif, legislatif dan yudikatif agar segera menindaklanjuti 12 kasus pelanggaran HAM berat yang sejak lama terbengkalai untuk diproses sesuai dengan UU 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

“Gerakan serentak mahasiswa se-Indonesia ini bukan merupakan agenda kampanye politik, bahkan tidak mengkampanyekan salah satu kontestan baik secara personal maupun partai, melainkan yang kami tekankan ialah pengawalan mahasiswa terhadap Hak Asasi Manusia,” tutur dia.

Menurut dia, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran tidak bisa menyalahkan atau mencari salah satu pelaku yang dianggap penggagas untuk disalahkan. Karena, gerakan mahasiswa merupakan gagasan bersama lebih dari 14 ribu untuk bergerak menegakkan keadilan HAM.

Baca Juga:  PT Pupuk Indonesia Dituding Bangun Pencitraan di Tengah Isu Korupsi

“Maka, jika satu mahasiswa disalahkan, ini berarti menyalahkan seluruh mahasiswa di Indonesia,” ujarnya.

Atas hal tersebut, Aliansi Mahasiswa Jatim pun membuat tiga pernyataan sikap. Pertama, Aliansi Mahasiswa Jawa Timur meminta Prabowo Subianto untuk berdialog secara terbuka dengan seluruh Mahasiswa Jatim tentang hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa pelanggaran HAM berat yang menimpa aktivis ’98 lengkap dengan bukti, selambat-lambatnya dalam waktu 7×24 jam.

“Kedua, kami mengajak seluruh Mahasiswa Indonesia untuk tidak takut untuk menyuarakan keadilan dan kebenaran, serta terus berjuang atas dasar kemanusiaan,” imbuh dia.

Ketiga, jangan sampai ada intimidasi terhadap mahasiswa yang memperjuangkan kemanusiaan, dalam hal ini seluruh mahasiswa yang bergerak bersama untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut.

“Mencari kebenaran sejarah itu didiskusikan bukan dipolisikan,” ucap dia, dilansir dari antara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada hari Senin, 13 November 2023, menetapkan tiga bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden menjadi peserta Pilpres 2024.

Hasil pengundian dan penetapan nomor urut peserta Pilpres 2024 pada hari Selasa, 14 November 2023, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3.

KPU juga telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, sedangkan jadwal pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju
Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga
Aliran Kali Yang Jadi Sumber Air Baku Tirta Patriot Tercemar Dan Berbau
FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia
Meski KTP Masih di Desa Ciledug, Warga Ini Terancam Tak Bisa Memilih di Pilkades

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:45 WIB

BPD Bekukan Panitia Pilkades Burangkeng usai Didemo Warga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Aliran Kali Yang Jadi Sumber Air Baku Tirta Patriot Tercemar Dan Berbau

Berita Terbaru