Mahfud pimpin sidang Dewan GTK bahas calon pahlawan nasional 2023

- Editor

Senin, 23 Oktober 2023 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud Md memimpin sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) di Jakarta, Senin, untuk mematangkan nama-nama yang diusulkan sebagai pahlawan nasional pada 2023.

Mahfud, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, menekankan usulan-usulan itu perlu segera difinalisasi dan diserahkan ke Presiden RI Joko Widodo.

“Kami membahas nama-nama yang diajukan oleh Kementerian Sosial dan juga oleh pemerintah daerah untuk nanti akan kami ajukan ke Presiden,” kata Mahfud saat memimpin sidang.

Dia menjelaskan Dewan GTK pada rapat hari ini mendengarkan secara resmi nama-nama calon pahlawan nasional yang diusulkan oleh Kementerian Sosial RI dan pemerintah daerah. Dalam rapat itu, Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan juga membahas sekaligus mendalami peran masing-masing calon serta kontribusi mereka dalam membangun Indonesia.

Dilansir dari antara, sidang Dewan GTK di Jakarta, Senin itu turut dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan GTK Laksamana TNI (Purn.) Agus Suhartono, Anggota Dewan GTK yang terdiri atas Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, Noer Hassan Wirajuda, Prof. Meutia Farida Hatta Swasono, sejarahwan Anhar Gonggong, dan Sekretaris Militer sekaligus Sekretaris Dewan GTK Laksamana Muda TNI Hersan.

Baca Juga:  Mahfud Md Jelang Putusan MKMK: Saya Percaya Jimly Asshiddiqie

Kemudian ada pula perwakilan dari Kementerian Sosial RI yaitu Plt. Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Beni Sujanto dan Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP) Mukhlis Paeni. Mukhlis memaparkan di hadapan ketua dan anggota Dewan GTK profil dan kontribusi para calon pahlawan nasional 2023 untuk Indonesia.

Dari beberapa nama yang diusulkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajukan nama Inggit Garnasih, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, K.H. Soleh Iskandar dan K.H. Ma’mun Nawawi.

Kemudian, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusulkan tiga nama, yaitu Buya Syafii Maarif, Khatib Sulaiman, dan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli.

Nantinya, nama-nama calon dari daerah-daerah itu dihimpun oleh Kementerian Sosial dan dibahas oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Hasil pembahasannya kemudian diserahkan ke Presiden RI untuk disetujui.

Presiden RI kemudian mengumumkan nama tokoh yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada Hari Pahlawan yang diperingati tiap 10 November. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan
Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026
Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto

Opini

Karpet Merah Bukan untuk Anak Petani

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:53 WIB