Home / DKI

Marak Pengamen Ondel-Ondel, Ketum Bamus Betawi Minta Ikon Budaya Harus Ditempatkan Secara Tepat

- Editor

Rabu, 28 Mei 2025 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Maraknya praktik pengamen ondel-ondel yang dinilai merendahkan ikon budaya Betawi menjadi perhatian serius Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Riano P Ahmad.

Kata anggota DPRD DKI ini, ondel-ondel sebagai representasi budaya harus ditempatkan secara tepat, bukan dijadikan sarana untuk mengamen di jalanan.

“Ya, tentunya ini menjadi perhatian kita semua bahwa ondel-ondel itu merupakan ikon budaya Betawi. Namanya ikon itu kan wajib ditempatkan kepada tempatnya, bukan dijadikan hal-hal yang pada akhirnya membuat estetika kurang baik,” ujar Riano kepada wartawan, Rabu, 28 Mei 2025.

Politikus Partai NasDem itu menyambut baik langkah pembinaan dan penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta. Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar pengamen ondel-ondel bukan berasal dari Jakarta.

“Memang kalau kita lihat hasil penindakan sebelumnya, pengamen ondel-ondel ini kebanyakan warga luar Jakarta. Ini perlu jadi perhatian pihak terkait, agar penertiban juga dilakukan rutin, jangan hanya ketika ada atensi pimpinan,” katanya.

Baca Juga:  Genjot Minat Warga Naik Transportasi Massal, Loyalis Megawati Usul Pemprov Gratiskan Tarif MRT

Legislator dapil Jakarta Pusat ini mendorong agar selain penertiban, perlu ada edukasi berkelanjutan, khususnya bagi para pelaku yang didominasi remaja. Riano berharap pihak terkait dapat berkoordinasi dengan daerah asal para pengamen untuk memberikan pembinaan.

“Kalau memang banyak warga luar Jakarta, komunikasikan ke kepala wilayah setempat untuk diberikan edukasi. Ini ikon budaya Betawi yang tidak bisa sembarangan diperlakukan, apalagi jadi alat meminta-minta,” tegas Riano.

Ia juga menyinggung ikon budaya lain seperti Tanjidor dan Barongsai yang menurutnya harus ditampilkan pada waktu dan tempat yang tepat, bukan untuk aktivitas jalanan tanpa izin resmi.

Di tempat terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama tentang pelestarian budaya Betawi. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Anatomi Pembangunan Jakarta, Menyoroti Kesenjangan Kebijakan Makro dan Isu Perlindungan Struktural Warga.
Bunda Neneng Dorong Peningkatan Transportasi Antarpulau dan Pemerataan Pembangunan di Kepulauan Seribu
Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki
Danramil Taman Sari Datangi SMAN 17 Jakarta, Siswa Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying
Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
PAM JAYA Raih Penghargaan Kearsipan 2026, Kantongi Predikat Sangat Memuaskan
Pansus PTSL DPRD Minta Gubernur dan GTRA Tuntaskan Residu PTSL

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Anatomi Pembangunan Jakarta, Menyoroti Kesenjangan Kebijakan Makro dan Isu Perlindungan Struktural Warga.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Bunda Neneng Dorong Peningkatan Transportasi Antarpulau dan Pemerataan Pembangunan di Kepulauan Seribu

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Danramil Taman Sari Datangi SMAN 17 Jakarta, Siswa Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia

Berita Terbaru