Masyarakat Diimbau Jaga Rekam Jejak Digital Positif

- Editor

Selasa, 28 September 2021 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Webinar bertajuk, Kenali dan Pahami: Rekam Jejak di Dunia Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Webinar bertajuk, Kenali dan Pahami: Rekam Jejak di Dunia Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

 

JAKARTA, Media Karya- Perubahan interaksi sosial saat ini dampak dari pandemi Covid-19 membutuhkan literasi digital agar masyarakat memiliki budaya digital yang baik sekaligus mengajak masyarakat untuk mengedepankan toleransi serta menjaga ruang rekam digital yang positif, aman dan produktif.

Demikian mengemuka dalam webinar bertajuk, Kenali dan Pahami: Rekam Jejak di Dunia Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (28/9/2021). Webinar via zoom yang  diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Wakil Ketua Umum Siberkreasi, Mira N Sahid dan Direktur Puskapol LPPSP FISIP UI, Aditya Perdana.

Dalam webinar narasumber banyak mengulas tentang pentingnya mengamankan identitas digital dan kaitannya dengan jejak digital di internet.

Meutya Hafid dalam.paparannya mengatakan literasi digital merupakan kunci dan keniscayaan dalam menghadapi perkembangan serta disrupsi teknologi yang semakin masif.

“Jejak digital ibarat ‘bom waktu’ yang bisa meledak kapan saja. Bom ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, terlebih apabila pemilik jejak digital mempunyai jejak yang buruk dan dapat merugikan dirinya sendiri. Itulah mengapa pentingnya jejak digital,” ujarnya.

Politisi perempuan Partai Golkar itu menikai literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini.

“Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi, namun juga cermat dalam menggunakannya,” katanya.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Penetrasi Layanan Digital Di Indonesia Terus Meningkat

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Siberkreasi, Mira N Sahid menyarankan masyarakat untuk mengenali dan memahami media sosial lebih dalam, bukan sekedar tahu. Mira juga menekankan pentingnya etika dalam bermedia sosial untuk menyaring informasi yang dibutuhkan dan tidak sembarangan membagikan informasi yang didapat.

Ia menambahkan, menggunakan media digital hendaknya dengan niat, sikap dan perilaku yang etis demi kebaikan bersama, agar bisa membangun etika di dunia digital dengan secara sadar, integritas, tanggung jawab dan kebajikan.

“Yang harus dipahami adalah jejak digital karena menampung segala informasi aktivitas pengguna internet. Jejak digital ada yang pasif, seperti browsing history, dan ada jejak digital yang aktif seperti share location, sharing artikel. Jejak digital berkata kasar bisa menghilangkan banyak kesempatan, termasuk melamar pekerjaan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Puskapol LPPSP FISIP UI, Aditya Perdana menekankan bahwa ada peluang dan tantangan literasi digital saat ini. Dimana penetrasi yang semakin meningkat yakni transformasi dunia online ditambah kecepatan dan kemudahan dalam mendapatkan akses informasi menjadi peluang literasi digital.

“Sedangkan adanya gap antara kecepatan akses informasi dan kecepatan merespon informasi dari pengguna di tengah maraknya penyebaran berita yang tidak sesuai fakta, informasi hoax dan fake news menjadi tantangan dari literasi digital itu sendiri,” tuturnya. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
Negara Darurat Cognitif Reselience
IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik
Ekonom INDEF Didik J Rachbini Sebut Sidang MK Buktikan Drama Politik dan Berakhirnya “Shadow Politics” Jokowi
Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK
MK Nyatakan Wapres Gibran Tidak Miliki Ijazah Setara SMA Luar Negeri
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:01 WIB

IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Ekonom INDEF Didik J Rachbini Sebut Sidang MK Buktikan Drama Politik dan Berakhirnya “Shadow Politics” Jokowi

Berita Terbaru