Masyarakat Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan Cuaca Ekstrem

- Editor

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah longsor (Foto: Ist)

Tanah longsor (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 11 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 12 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Kejadian baru yang tercatat meliputi banjir yang melanda Kota Tebing Tinggi di Provinsi Sumatera Utara, tanah longsor di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan dan perkembangan penanganan banjir di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Banjir yang terjadi pada Senin (11/5/2026±), di Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara, mengakibatkan sedikitnya 1.051 kepala keluarga atau 3.539 jiwa terdampak serta sekitar 966 unit rumah terdampak.

Banjir yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan tersebut telah berdampak pada 11 wilayah kelurahan di 4 kecamatan. Saat ini kondisi banjir dilaporkan berangsur surut dan masyarakat bersama instansi terkait mulai membersihkan lumpur dan puing sampah akibat banjir.

Pemerintah daerah sebelumnya telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan yang berlaku sejak 1 April hingga 30 Juni 2026.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Desa Tanah Abang, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Minggu (10/5). Peristiwa ini berdampak pada 11 kepala keluarga atau 32 jiwa serta merusak 10 unit rumah.

Perkembangan laporan kaji cepat pada Selasa (12/5), saat ini akses jalan menuju lokasi masih aman dilalui kendaraan. Namun di sekitar lokasi masih terdapat potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang masih tinggi. Warga terdampak sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.

Di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, banjir menyebabkan dua warga meninggal dunia. Selain itu, sekitar 797 kepala keluarga atau 3.517 jiwa terdampak dengan sekitar 797 unit rumah ikut terdampak genangan.

Baca Juga:  Kumpulkan Donasi Rp 359 Juta, Ketua DPRD DKI Siap Kirim Anggota ke Lokasi Bencana Sumatera

Wilayah yang terdampak mencakup 16 kelurahan di 7 kecamatan. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (8/5), masih menjadi atensi BPBD setempat sampai hari ini, Selasa (12/5).

Kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut dan sebagian masyarakat bersama instansi terkait saat ini tengah berupaya membersihkan sisa lumpur dan puing sampah yang terbawa banjir.

“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk dua hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa bagian barat dan tengah, Bali, Nusa Tenggara, Maluku serta Papua,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D.

Sementqr, katq dia, hujan lebat berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.

“Menyikapi potensi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, pencegahan dan langkah mitigasi,” imbaunya.

Pihqknya juga menyarankan bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor diharapkan memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta arahan pemerintah daerah setempat.

“Warga agar segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan terlihat tanda-tanda peningkatan debit air, retakan tanah, maupun pergerakan lereng,” kata dia.

Selain itu, BNPB mengingatkan masyarakat untuk membersihkan saluran drainase dan lingkungan sekitar guna mengurangi risiko genangan, menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar, serta memastikan jalur evakuasi dan titik aman telah diketahui oleh seluruh anggota keluarga.

“Pemerintah daerah dan BPBD diharapkan tetap siaga, melakukan pemantauan kondisi wilayah secara berkala serta menyiapkan personel dan peralatan untuk penanganan darurat apabila terjadi bencana susulan,” pungkas Abdul Muhari.

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir
Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
Negara Darurat Cognitif Reselience

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah

Berita Terbaru

PAM JAYA raih predikat 'sangat baik',

Ekonomi & Bisnis

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:13 WIB