Menpan RB Sebut GovTech Bisa Hemat Anggaran Negara Rp6,4 Triliun

- Editor

Senin, 6 November 2023 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas menyebut penerapan teknologi pemerintahan atau GovTech dapat menghemat anggaran negara hingga Rp6,4 triliun.

Anggaran tersebut, lanjut Azwar, diperlukan untuk pembuatan aplikasi pemerintahan yang dapat dihemat dengan implementasi GovTech.

“Bayangkan kalau kita terus menerus belanja aplikasi, akan ada pemborosan besar,” kata Azwar di Kantor Kemenpan RB, Jakarta, Senin.

Menurut dia, GovTech yang dikelola Perum Peruri membuat masyarakat tidak harus mengakses banyak aplikasi digital untuk mendapatkan layanan pemerintahan.

“GovTech akan mempercepat layanan. Ribuan aplikasi akan diperkecil dan dampak ke masyarakat akan banyak. Kalau dulu, orang mengisi data diri berkali-kali di aplikasi yang berbeda, misalnya. Ke depan, cukup pakai face recognition sekali,” jelasnya.

Azwar menyebut negara maju, seperti Inggris, juga sempat memiliki aplikasi layanan pemerintahan yang berjumlah hingga 2 ribu. Namun, kemudian Inggris mengintegrasikan menjadi hanya 75 aplikasi.

Baca Juga:  KPK: 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Dari Alumni Perguruan Tinggi

“Juga ada 2.000 layanan berbasis web di Inggris, yang kemudian diintegrasikan ke dalam satu portal pelayanan publik. Artinya, di Inggris, awalnya sama dengan Indonesia, dengan skala yang berbeda. Namun, kemudian ada integrasi yang memudahkan rakyat,” tuturnya, dilansir dari antara.

Implementasi GovTech diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan yang masih dihadapi Pemerintah dalam menerapkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Permasalahan tersebut antara lain kapabilitas yang tidak merata di antara kementerian, lembaga, dan pemda; kurangnya kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sebagai pengguna layanan; serta sulitnya proses integrasi layanan.

“Sekarang, setiap ada satu inovasi, tidak harus ada satu aplikasi. Jadi, ke depan akan lebih efisien,” ujar Azwar Anas. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Fenomena Fatsun Ganda, Sejumlah Anggota DPRD Golkar Brebes Diduga Lebih Tunduk ke Bupati Ketimbang Partai
PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru
Jangan Umumkan Kebijakan Mentah, Legislator Ini Desak Prabowo Benahi 3 Program Dinilai Bermasalah
Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan
Andre Rosiade: MBG Masih Dibutuhkan di Daerah, Evaluasi Jangan Hanya Karena Ramai Penolakan di Jakarta
Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi
Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum
Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Fenomena Fatsun Ganda, Sejumlah Anggota DPRD Golkar Brebes Diduga Lebih Tunduk ke Bupati Ketimbang Partai

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:22 WIB

PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Jangan Umumkan Kebijakan Mentah, Legislator Ini Desak Prabowo Benahi 3 Program Dinilai Bermasalah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Andre Rosiade: MBG Masih Dibutuhkan di Daerah, Evaluasi Jangan Hanya Karena Ramai Penolakan di Jakarta

Berita Terbaru

PT NSHE memperkuat konservasi lingkungan dengan menambah jembatan arboreal di PLTA Batangtoru demi menjaga konektivitas habitat dan keselamatan satwa liar.

Headline

PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru

Minggu, 25 Okt 2026 - 12:22 WIB