Nasib Jakmart Tergantung KJP, Heru Diminta Evaluasi Bisnis Retail Pasar Jaya

- Penulis

Sabtu, 8 Juli 2023 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Perumda Pasar Jaya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kelas kakap seharusnya lebih cermat dalam melakukan perencanaan dan implementasi bisnis skala besar seperti usaha retail yakni penjualan barang dalam satuan atau eceran di berbagai gerai, salah satunya Jakmart.

Hal ini disampaikan Kepala Divisi Ekonomi Rumah Aktivis Institute, Robi SE setelah dirinya mampir ke gerai Jakmart di Pasar Kenari, Senen, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Robi mengatakan kios tersebut tampak sepi dan terlihat sejumlah etalase dalam keadaan kosong.

“Ya sepi udah kayak gudang tempat nyimpan barang jarang orang belanja, Pasar Jaya enggak cermat milih model dan lokasi bisnis ini mah seperti Pasar Kenari itu. Nah lalu gimana yang di pinggiran yang persaingannya lebih ketat lawan retail raksasa yang hampir di setiap ruas jalan ada tuh dampingan,” ujar Robi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/7/2023).

Lebih lanjut Robi meminta Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono agar segera mengevaluasi menyeluruh semua jajaran direksi Pasar Jaya, terutama berkaitan dengan bisnis retail lantaran dirinya melihat ada potensi kerugian besar setelah mendengar keluhan karyawan Jakmart yang kerap cemas menghadapi tuntutan target dari perusahaan.

Baca Juga:  DPRD Desak Pemprov Anggarkan Program Makan Bergizi Gratis

“Tak ada kata lain, Pak Heru mestinya turun tangan dan evaluasi itu Pasar Jaya, bila perlu ganti direksinya. Bayangkan saja, itu katanya sehari ditarget Rp4 juta, ada juga sebulan Rp138 juta. itu mereka ngos-ngosan kalau harus kejar target sehari 4 juta, kasihan lah itu karyawan karyawan mereka tuh, jangan dibikin pesimis,” sebutnya.

Namun demikian, lanjut Robi, Pemprov DKI Jakarta punya program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dianggap cukup membantu sirkulasi bisnis Jakmart. Berdasarkan pengakuan karyawan, kata Robi, mereka baru bisa mencapai target bulanan setelah dana KJP turun dan masyarakat belanja.

“Tapi itu enggak sehat untuk sebuah bisnis retail sekelas Pasar Jaya, jangan lah dulu lawan retail raksasa seperti Alfa dan Indo. Kalau tanpa KJP, Jakmart lawan warung milik warga aja belum tentu kuat tuh, bisa jadi lebih besar pasak dari pada tiang. pengeluaran operasional Pasar Jaya menggila, sementara pemasukannya malah anyep, sepi,” tandasnya.

“Ini perlu catatan serius, income dari Jakmart itu nutup nggak ke biaya operasional, jangan-jangan tekor dan jadi beban perusahaan lalu berdampak ke pelayanan pedagang, pasar kusam lah tak terawat, keamanan minim dan lain-lain,” pungkasnya.(hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Debt Collector Tak Bisa Lagi Teror Nasabah
Gandeng BPJPH, Delana dan Kain Halal Hadirkan Inovasi dari Hulu hingga Hilir
Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah
TCL SQD-Mini LED Jadi Tren Baru TV Premium di Indonesia, Ini Keunggulannya
realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh
Tujuan Akhir dari Aturan Monopoli SDA, Reindustrialisasi dan Penerimaan Pajak
Gonjang-ganjing Rupiah: Di Bawah Bayang-bayag Ketidakpastian, Kapan Beakhir?
Bukan Sekadar Energi, PT JOE Kirim Hewan Kurban untuk Warga Kepulauan Seribu
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:59 WIB

Debt Collector Tak Bisa Lagi Teror Nasabah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:29 WIB

Gandeng BPJPH, Delana dan Kain Halal Hadirkan Inovasi dari Hulu hingga Hilir

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:14 WIB

Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:19 WIB

TCL SQD-Mini LED Jadi Tren Baru TV Premium di Indonesia, Ini Keunggulannya

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:07 WIB

realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Debt Collector Tak Bisa Lagi Teror Nasabah

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:59 WIB

Presiden Prabowo Subianto (Ist)

Headline

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB