Oknum Ormas dan LSM Pemalak Dituding Jadi Biang Kerok Terhambatnya Investasi di Tanah Air

- Editor

Rabu, 30 Juli 2025 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenaker Immanuel Ebenezer. (Ist)

Wamenaker Immanuel Ebenezer. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Iklim investasi di Indonesia dinilai kerap terhambat oleh praktik-praktik pemalakan yang dilakukan oleh pihak-pihak berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun tokoh masyarakat lokal.

Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau akrab disapa Noel dalam acara Dewas Menyapa Indonesia di Jakarta, Senin (28/7/2025) kemarin.

Noel pun membandingkan Indonesia dengan negara tetangga seperti Vietnam yang menurutnya jauh lebih ramah terhadap pengusaha.

“Vietnam itu terlalu sangat ramah dengan para pengusaha. Mereka membuka karpet merah buat para pengusaha yang ingin berinvestasi di negaranya,” kata Noel sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia.

Sementara di Indonesia, menurutnya, para investor justru dihadapkan dengan tumpukan izin dan pungutan yang tak berujung. “Di sisi lain kita, investasi, sangat sulit dengan syarat izin-izin. Ujungnya apa? Meres,” tegasnya.

Ia menjelaskan, aksi pemerasan ini sering kali dilakukan dengan kedok ormas dan tokoh masyarakat yang meminta jatah proyek hingga fasilitas dari pelaku usaha. Hal ini justru membuat banyak investor enggan menanamkan modalnya di Indonesia.

Baca Juga:  50 Juta Vaksin Zivifax Segera Tiba di Indonesia

“Ujungnya meres. Dengan menggunakan apa? Menggunakan ormas-ormas, tokoh-tokoh masyarakat, minta jatah ini, minta jatah itu. Akhirnya apa? Investasi kita itu mengurang. Khawatir para investor itu dipalakin,” ungkap Noel.

Ia bahkan mengaku mendapat keluhan langsung dari sejumlah pengusaha yang merasa diperlakukan lebih baik di luar negeri ketimbang di negaranya sendiri.

“Makanya ada beberapa pengusaha yang cerita ke saya. ‘Saya kok di negara lain menjadi raja, dihormatin. Kenapa saya di negara sendiri kok seperti nggak ada artinya? Padahal kami kan ingin berkontribusi untuk negara ini’. Ya itulah gambaran negara kita,” tuturnya.

Noel menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Ia menyerukan agar semua pihak, termasuk pemerintah, berani mengoreksi diri dan menghentikan kebiasaan buruk yang menghambat kemajuan ekonomi nasional.

“Kita harus berani mengkritik itu. Nggak boleh kita biarkan negara ini terlalu ugal-ugalan ya,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

‎FAKTA Indonesia Siapkan Gugatan Hukum Agar Cukai MBDK Segera Diterapkan
Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum
Bawa Nama Presiden Prabowo dalam Perkara Pidana, Hotman Paris Diminta Jaga Etika Profesi
JUP Lakukan Perbaikan IPA Hutan Kota, PAM JAYA Berikan Bantuan Air melalui Emergency Mobil Tangki Selama Periode Gangguan
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali ke Rakyat dan Jaga Independensi
Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026, FPRMI Apresiasi Komitmen Komunikasi Publik Tangsel
Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern
Sekjen FPRMI: Literasi Jurnalistik Harus Diperkuat agar Masyarakat Tak Mudah Percaya Hoaks

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

‎FAKTA Indonesia Siapkan Gugatan Hukum Agar Cukai MBDK Segera Diterapkan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:42 WIB

Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum

Senin, 20 Juli 2026 - 22:05 WIB

JUP Lakukan Perbaikan IPA Hutan Kota, PAM JAYA Berikan Bantuan Air melalui Emergency Mobil Tangki Selama Periode Gangguan

Senin, 20 Juli 2026 - 20:29 WIB

Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali ke Rakyat dan Jaga Independensi

Senin, 20 Juli 2026 - 17:39 WIB

Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026, FPRMI Apresiasi Komitmen Komunikasi Publik Tangsel

Berita Terbaru

Jajaran Polres Nias Selatan saat kunjungi Kejaksaan Negeri Nias Selatan

Daerah

Perkuat Sinergitas, Kapolres Nias Selatan Kunjungi Kejari

Selasa, 21 Jul 2026 - 09:36 WIB