JAKARTA, Media Karya – Perumda Paljaya pada tahun 2023 ini mulai mengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Perusahaan plat merah tersebut menggenjot program sanitasi aman bagi warga Jakarta untuk Indonesia.
“Limbah yang kami tangani adalah limbah yang bersumber dari rumah sakit, seperti jarum suntik, masker dan lain-lain,” ujar Corporate Secretary Perumda Paljaya Tanto Tabrani dalam acara “Obrolan Ramadhan 1444 H/2023 M, Menjalin Silaturahmi Bersama Perumda Paljaya” di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2023).
Ia menyebut kalau meski baru menangani limbah B3, tetapi sudah banyak rumah sakit yang menjadi mitra Paljaya, meski jumlahnya belum mencapai dua digit.
Soal fasilitas pengolahan, Tanto mengatakan kalau untuk saat ini pengolahan limbah B3 dilakukan dengan menggunakan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), tetapi ke depan akan diolah dengan menggunakan incenerator.
“Rencananya incenerator itu akan dibangun di dua lokasi, yaitu di Pulogebang, Jakarta Timur; dan KBN, Jakarta Utara,” katanya.
Ia mengakui bahwa saat ini ada perusahaan swasta yang juga mengolah limbah B3, tetapi menurutnya hal itu bukan masalah.
“Kalau fasilitas kita telah lengkap, bisa saja rumah sakit yang saat ini bekerja sama dengan swasta, beralih ke kita,” katanya. (dri)





