Pasangan Evi-Rico Berpotensi Menangkan Pilkada Bengkulu Tengah

- Penulis

Kamis, 15 Agustus 2024 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah. (Foto. Mediakarya)

Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah. (Foto. Mediakarya)

BENGKULU, Mediakarya – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  Partai Gerindra Kabupaten Bengkulu Tengah, Evi Susanti dikabarkan telah mendapatkan surat rekomendasi dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai NasDem untuk maju sebagai calon bupati pada pilkada yang akan digelar 27 November mendatang.

Meski telah mendapat restu dari Ketua Harian DPP Gerindra  Prof. Sufmi Dasco, namun sayangnya hingga saat ini partai besutan Prabowo Subianto itu belum juga mengeluarkan surat rekomendasi kepada Evi Susanti.

Pengamat politik dari Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah mengatakan, seharusnya DPP Gerindra tidak ada alasan untuk mengeluarkan rekom Evi Susanti sebagai kader potensialnya maju di Pilkada Bengkulu Tengah.

Padahal, jika melihat konfigurasinya, Evi Susanti yang telah mendapatkan bakal calon bupati yaitu Rico Zaryan Saputra itu merupakan paket komplit. Yakni sebagai representasi putri daerah dan masyarakat pendatang. 

Bicara soal pengalaman, kata Iskandar, kiprah Evi Susanti di panggung politik sudah tidak diragukan lagi. Selain sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Bengkulu Tengah, (Evi) juga merupakan anggota DPRD 4 periode dan merupakan salah satu pimpinan dewan. Jadi menurut dia, Gerindra akan merugi jika merekomendasikan bakal calon kepala daerah dari luar kader.   

“Jangan sampai ada kesan bahwa Gerindra partai yang transaksional. Seperti jika ada kader tak miliki logistik kuat maka tak dapat rekom, sementara kalau ada kader dari luar Gerindra namun memiliki uang banyak maka direkomendasikan. Ini artinya politik dagang sapi. Jadi wajar jika nanti setelah terpilih, mereka merampok APBD,” ujar Iskandar seperti melalui keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Rabu (13/8/2024).

Iskandar juga menyayangkan adanya isu yang berkembang bahwa DPP Gerindra bakal mengusung calon kepala daerah di luar kader untuk maju pada pilkada Bengkulu Tengah. Dan kabarnya DPP Gerindra akan memberikan surat rekomendasi kepada mantan Sekda Bengkulu Tengah, bukan kepada Evi Susanti.

Baca Juga:  Terapkan Prinsip GCG, PT AMKA Siap Bersikap Kooperatif dengan KPK

“Jika itu terjadi kami memprediksi Gerindra tengah menciptakan perpecahan di internalnya. Selain itu, kami menuding Gerindra dinilai telah mengkhianati para kader yang selama ini ikut berdarah-darah untuk memperjuangkan partai,” katanya. 

Oleh karenanya, Iskandar kembali mengingatkan agar Gerindra belajar dari PDIP. Jangan sampai memberikan karpet merah bagi calon kepala daerah yang nonkader untuk berkontestasi di Pilkada, setelah itu partai ditinggal.

“Jangan sampai elit partai Gerindra sebagaimana kata pepatah. ‘habis manis sepah dibuang’. Jika di PDIP ada kader yang mengkhianati partai tapi di Gerindra justru sebaliknya, DPP itu sendiri yang tak menghargai perjuangan kadernya,” ujar Iskandar.

Dia juga mengapresiasi ikhtiar politik Evi Susanti untuk berjuang maju sebagai calon kepala daerah di Bengkulu Tengah. Di antaranya telah mengantongi surat B1 KWK dari Partai NasDem dan PAN dengan jumlah 5 kursi di DPRD kabupaten Bengkulu Tengah.

Iskandar juga memprediksi pasangan Evi-Rico berpeluang memenangkan pilkada Bengkulu Tengah. Sebagai indikatornya, pasangan tersebut telah mempunyai kesanggupan dan kemampuan dana yang memadai. 

“Saat ini Gerindra di Bengkulu Tengah memiliki 3 kursi, jika digabungkan dengan PAN dan NasDem maka menjadi 8 kursi, tentunya dapat menjadi kekuatan yang dahsyat pagi pasangan Evi-Rico dan potensi menangnya sangat besar,” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan survei Etos Indonesia, pasangan Evi-Rico memiliki elektabilitas yang tinggi. Dan tak kalah penting bahwa pasangan ini telah mempunyai tim pemenangan hingga ke desa dan kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bengkulu Tengah. (Aep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi
Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan
Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat
Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen
Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute
Ketika Bea Cukai Menjadi Medan Pertarungan Kekuasaan
Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:43 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:43 WIB

Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:25 WIB

Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:33 WIB

Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute

Berita Terbaru

Foto; Mediakarya

Daerah

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Jun 2026 - 18:09 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi, (foto; Mediakarya)

Daerah

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:48 WIB