PB HMI Sayangkan Fadli Zon Usulkan Pembubaran Densus

- Editor

Senin, 11 Oktober 2021 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya –  PJ Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Romadhon Jasn menyayangkan pernyataan politisi Gerindra, Fadli Zon terkait usul pembubaran Densus 88 Anti Teror.

Menurut dia, usulan Fadli Zon tersebut sama saja mendukung narasi kelompok terorisme dan radikalisme yang selama ini sangat keras meminta pembubaran Densus 88 Anti Teror.

“Apa bedanya sama kelompok terorisme dan radikalisme, bukankah narasi pembubaran Densus 88 antiteror itu hanya kelompok teroris-radikal yang sangat lantang minta dibubarain, tentu sangat disayangkan pernyataan ini,” ujar Romadhon Jasn da, Senin (11/10).

Menurut Romadhon, Densus 88 Antiteror sudah mempunyai kontribusi besar dan berperan penting dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia. Karena itu, dia pun mempe.

“Apa dasar dan urgensinya, kok tiba-tiba minta Densus 88 antiteror dibubarin, padahal faktanya peran dan kontribusinya banyak sekali dalam konteks penyelesaian terorisme dan radikalisme di republik ini,” ucap Romadhon, dikutip dari republika.

Seharusnya, kata Romadhon, keberadaan Densus 88 Antiteror mestinya diperkuat perannya bukan dibubarkan. Sebab, bahaya laten ancaman transnasional terorisme dan radikalisme sangat nyata sehingga perlu antisipasi dan deteksi dini.

Baca Juga:  KPK Bakal Sisir Harta Kekayaan Haryadi Suyuti Eks Wali Kota Yogyakarta

“Yang jelas terorisme dan radikalisme nyata dan mengancam integrasi dan keutuhan negara ini, ngawur kalau minta Densus 88 dibubarin, justru di tengah ancaman dan bahaya laten itu mestinya peran Densus 88 diperkuat,” kata Romadhon.

Untuk itu, Romadhon meminta agar narasi pembubaran terorisme dihentikan, karena bisa membuat kelompok dan jaringan teroris-radikal menjadi konfiden. Apalagi, kata dia, narasi ini disampaikan oleh seorang anggota dewan yang seharusnya mendukung upaya pemberantasan dan penanggulangan terorisme dan radikalisme dari bumi Indonesia.

“Saya prihatin, seharusnya anggota DPR mendukung agenda menumpas terorisme dan radikalisme dari bumi Indonesia, maka sebaiknya stop dan hentikan narasi pembubaran terorisme,” jelasnya.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dugaan Pungli Pengaktifan Dapur Kembali Mencuat, Kepala BGN Diminta Segera Tindak Oknum Pemburu Rente
HIKSEMI Tawarkan Storage AI Berkecepatan 13.000 MB/s untuk Data Center dan Enterprise
Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju
Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia
PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Dugaan Pungli Pengaktifan Dapur Kembali Mencuat, Kepala BGN Diminta Segera Tindak Oknum Pemburu Rente

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:35 WIB

HIKSEMI Tawarkan Storage AI Berkecepatan 13.000 MB/s untuk Data Center dan Enterprise

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum

Berita Terbaru