Home / DKI

PDIP Batal Usung Anies, Pengamat Ungkap Tiga Penyebabnya

- Editor

Selasa, 27 Agustus 2024 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Nasib pasangan cagub Anies Baswedan dan cawagub Rano Karno masih gelap. Hingga hari ini duet ibu tak kunjung diumumkan oleh PDIP.

Malahan, muncul nama menteri sekretaris kabinet Pramono Anung yang dipasangkan dengan Rano Karno sebagai kandidat yang kemungkinan akan diusung oleh PDIP.

Pengamat politik dan kebijakan publik, Sugiyanto mengungkapkan melihat situasi ini dan setelah melakukan analisis, kemungkinan besar Anies Baswedan akan gagal maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024 dari PDIP.

Menurut pria yang akrab disapa SGY ini setidaknya ada tiga alasan utama yang kemungkinan besar menyebabkan Anies Baswedan gagal diusung oleh PDIP untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.

“Pertama, kemungkinan syarat menjadi kader partai yang sulit dipenuhi. Salah satu syarat utama untuk bisa maju sebagai calon gubernur dari PDIP kemungkinan adalah menjadi kader partai. Bagi Anies Baswedan, hal ini mungkin menjadi batu sandungan,” ujar SGY saat berbincang dengan wartawan, Selasa (27/8/2024).

Kedua, lanjut SGY kemungkinan tantangan menjadi petugas partai. PDIP terkenal dengan prinsip bahwa setiap kader yang diusung dalam pemilu harus berperan sebagai “petugas partai.” Ini bukan sekadar formalitas; menjadi petugas partai berarti tunduk pada kebijakan dan keputusan partai secara keseluruhan.

Baca Juga:  Komisi C Ogah Berikan PMD Ke BUMD di DKI

“Ketiga, kemungkinan adanya kewajiban mengikuti kebijakan PDIP dalam program gubernur. Jika Anies berhasil menjadi kader PDIP dan bersedia menjadi petugas partai, tantangan berikutnya adalah kemungkinan harus menjalankan program-program gubernur sesuai dengan arahan dan kebijakan PDIP. Ini berarti, kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan Anies sebagai gubernur kemungkinan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan partai,” ujar SGY lagi.

Kata SGY bagi seorang Anies yang mungkin terbiasa dengan kebebasan dalam menentukan kebijakan, syarat ini kemungkinan bisa menjadi beban besar. Keterikatan yang kuat pada kebijakan partai ini kemungkinan bisa menghambat kreativitas dan inovasi yang ingin ia terapkan di Jakarta.

“Dengan alasan-alasan tersebut, peluang Anies untuk diusung oleh PDIP dalam Pilkada Jakarta 2024 tampaknya akan sangat kecil, bahkan kemungkinan besar gagal. Bukan hanya karena faktor teknis dan ideologis, tetapi juga karena dinamika politik yang bergerak cepat,” pungkasnya.(dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB
Legenda Persija Nur’alim Jabrik Apresiasi Turnamen Gatet Cup 2026
Datangkan Eks Persija Jakarta Mulki Hakim ke Pejuang Putra FC, Ketua FKRW Se Kelurahan Sangat Mengapresiasi.
Korps Alumni KNPI Jaktim: Program Pilah Sampah dari Rumah Kolaborasi Jumhur dan Pramono
Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi
Kirim Surat Terbuka ke Menkeu Purbaya, Korps Alumni KNPI Jaktim Tawarkan Dua Solusi
Blusukan di Ancol, Pansus RA-PTSL Matangkan Redistribusi Tanah Warga
Pejuang Putra FC Runner UP di Gatet Cup 2026, Kalah Adu Pinalti Bukan Kalah Kualitas

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB

Minggu, 20 September 2026 - 17:13 WIB

Legenda Persija Nur’alim Jabrik Apresiasi Turnamen Gatet Cup 2026

Minggu, 20 September 2026 - 16:23 WIB

Datangkan Eks Persija Jakarta Mulki Hakim ke Pejuang Putra FC, Ketua FKRW Se Kelurahan Sangat Mengapresiasi.

Sabtu, 19 September 2026 - 14:09 WIB

Korps Alumni KNPI Jaktim: Program Pilah Sampah dari Rumah Kolaborasi Jumhur dan Pramono

Rabu, 16 September 2026 - 15:40 WIB

Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi

Berita Terbaru