Pengamat: Penambahan Kuota Solar Subsidi agar Disikapi Secara Bijak

- Penulis

Sabtu, 2 Desember 2023 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Pengamat kebijakan energi yang juga Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria meminta pemerintah bersikap bijak dalam menyikapi permintaan penambahan kuota solar subsidi tahun 2023 sebesar 1,3 juta kilo liter (KL) oleh Pertamina Patra Niaga.

“Pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat tetap harus jadi prioritas utama dan merupakan tanggung jawab penuh pemerintah,” kata Sofyano di Jakarta, Sabtu.

Menurut Sofyano, permintaan penambahan kuota solar subsidi dari 16,8 juta KL menjadi 18,1 juta KL tersebut sudah berdasarkan perhitungan yang matang dan tentu sudah dibahas secara detail antar lembaga terkait seperti BPH Migas, Kementerian ESDM dan Pertamina.

“Artinya permintaan penambahan kuota solar subsidi tersebut bisa dipertanggungjawabkan oleh Pertamina Patra Niaga sebagai pihak yang ditunjuk pemerintah melaksanakan PSO BBM solar itu,” katanya.

Sofyano melanjutkan penambahan kuota tersebut sejatinya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada bulan Desember 2023. Seharusnya ini bisa jadi pertimbangan pihak pemerintah khususnya Menteri Keuangan dengan memperhitungkan realisasi penggunaan subsidi BBM yang ada pada APBN.

Sepanjang penambahan kuota solar tidak membuat bertambahnya besaran subsidi BBM pada APBN 2023, maka seharusnya penambahan kuota ini bukan masalah besar buat pemerintah, ujar Sofyano.

Ia menilai bahwa sesuatu yang mustahil jika mengharapkan adanya pengendalian penggunaan BBM oleh masyarakat dengan mengandalkan kuota yang telah disetujui pemerintah untuk tahun 2023 sebesar 16,8 juta kilo liter. Pasalnya, pada bulan Desember ini ada 2 kegiatan perayaan nasional yakni Natal dan tahun baru yang pasti berpengaruh terhadap penggunaan BBM.

Baca Juga:  Satgas: Waspadai Peningkatan Mobilitas Masyarakat

“Pada bulan Desember tahun ini juga ada kegiatan kampanye Pemilu dan Pilpres 2024. Sehingga jika terjadi kekosongan BBM solar subsidi maka tentu saja ini bisa jadi isu besar yang tidak menguntungkan bagi pemerintah,” terang Sofyano.

Mengandalkan adanya pengendalian penggunaan BBM pada akhir tahun dimana bulan terjadinya kegiatan yang dirayakan secara nasional, sama halnya dengan membatasi air yang diminum orang di saat sedang haus-hausnya.

“Presiden juga perlu mendapatkan laporan dan masukan yang akurat terkait menipisnya kuota solar subsidi di akhir tahun 2023,” tambah Sofyano Zakaria, dilansir dari antara.

Menteri ESDM Arifin Tasrif sebelumnya mengatakan bahwa kuota solar subsidi pada prinsipnya masih menggunakan pagu yang sudah ada. Oleh karena itu, ia meminta agar Pertamina memastikan tidak ada kekurangan solar di lapangan.

Apalagi, kata Arifin, jelang akhir tahun biasanya ada ombak tinggi dan cuaca tidak bersahabat yang berpotensi bisa mengganggu distribusi solar. Ia juga meminta Pertamina untuk terus melakukan pengawasan agar solar subsidi diterima oleh mereka yang berhak. (sm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan
Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:51 WIB

Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB