Pengamat Politik Agus Wahid: Allah SWT Sayang Sama Wali Kota Bekasi

- Editor

Kamis, 6 Januari 2022 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang terkena OTT oleh KPK, mendapatkan perhatian khusus dari Pengamat Politik Agus Wahid.

Kepada Mediakarya.id, Agus Wahid mengatakan, OTT yang dilakukan tersebut terhadap Wali Kota Bekasi diawal tahun ini, merupakan rasa sayang Allah SWT terhadap sosok Rahmat Effendi.

“Ini bentuk rasa sayang Allah SWT terhadap Wali Kota Bekasi tersebut,” jelas Agus, Kamis (6/1/2022).

Menurut dia, OTT KPK tersebut merupakan sebuah hal yang wajar dan proporsional dilakukan dan bisa terjadi kapan pun. Ia juga menjelaskan, sebenarnya Wali Kota Bekasi ini sudah dibidik sejak tahun 2012 yang lalu dan baru terlaksana pada tahun 2022.

“Sebenarnya saya sudah mendengarnya sejak 10 tahun yang lalu dimana KPK berusaha melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan, tapi baru kali ini terlaksana,” ujarnya.

Agus menuturkan, sebenarnya penangkapan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi merupakan sesuatu yang tertunda dan ia pun berpandangan bahwa sang Wali Kota Bekasi tersebut seorang politisi yang piawai dan licin, artinya, dia bisa bermain diberbagai lini dan juga sebagai politisi yang suka ingkar janji.

Baca Juga:  Penyuap Bupati Kuansing Segera Disidangkan

“Saya melihat Wali Kota Bekasi ini seorang politisi yang piawai dan licin,” singkatnya.

Lebih jauh ia mengatakan, OTT KPK ini merupakan sebuah konsekuensi dari Kepala Daerah yang mudah ingkar janji, inkonsisten yang akhirnya sampai pada saatnya dirinya harus menghadapi proses hukum tersebut.

“Proses hukum atau OTT ini merupakan sebuah konsekuensi dari Kepala Daerah yang mudah ingkar janji atau inkonsisten, dan bagi saya sekali lagi penangkapan dirinya merupakan rasa kasih sayang Allah SWT terhadap dirinya agar tidak ada manuver-manuver yang sejatinya bisa menyakiti pihak lain,” tandasnya. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya dan Pangkormar Perkuat Sinergi TNI-Polri untuk Jaga Stabilitas Jakarta
Kodam Jaya Pastikan Tak Ada Penggusuran di Jalan Kwini VIII, Lahan Negara untuk Rumah Susun Prajurit TNI AD
Tinjau Reservoir PAM JAYA, Komisi B Dukung Langkah PAM JAYA Tekan NRW
Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:16 WIB

Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya dan Pangkormar Perkuat Sinergi TNI-Polri untuk Jaga Stabilitas Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:24 WIB

Kodam Jaya Pastikan Tak Ada Penggusuran di Jalan Kwini VIII, Lahan Negara untuk Rumah Susun Prajurit TNI AD

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:57 WIB

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:52 WIB

Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit

Berita Terbaru

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Foto: dok.Mediakarya

Headline

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:05 WIB