TKN: Gus Miftah Seruduk Kandang Banteng Raup Suara Untuk Prabowo-Gibran

- Editor

Sabtu, 17 Februari 2024 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Miftah bersama Prabowo Subianto, saat acara Mengawal Suara Rakyat, di Istora,Senayan.

Gus Miftah bersama Prabowo Subianto, saat acara Mengawal Suara Rakyat, di Istora,Senayan.

JAKARTA,MediaKarya : Pendakwah kondang Gus Miftah disebut- sebut memiliki peran penting, dalam meraup suara untuk pemenangan Prabowo-Gibran di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Terlebih lagi, Nusron menegaskan jika kandang Banteng di Jawa Tengah diobrak abrik dengan manuver yang dilakukan oleh Gus Miftah, demikian juga basis massa NU Jatim yang digarap gus miftah bersama bu Khofifah.

Apalagi, Santri-santri dibawah komando Gus Miftah diyakini memberikan banyak suara untuk Prabowo-Gibran. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid.

“Saya pikir hampir semua santri dibawah komando Gus Miftah, mayoritas mendukung Prabowo-Gibran,” kata Nusron beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dalam unggahan videonya Gus Miftah melakukan kampanye dengan mengadakan Pengajian serta konser musik yang dihadiri oleh puluhan ribu massa di 25 kota dan kabupaten Se-Jawa untuk memenangkan Prabowo-Gibran.

Baca Juga:  Menteri ATR Sebut PSN PIK 2 Langgar RTRW

“Saya berharap acara seperti ini bisa kita pertahankan, Tapi dengan Tagline Gerakan Moderasi Bareng Gus Miftah, nanti kedepan sepanjang tahun setiap bulan mengadakan acara minimal 5, mudah-mudah bisa bermanfaat dan bisa menghibur masyarakan Indonesia, salam dua jari,” tutur Gus Miftah dalam video perjalanan kampanye tour 25 kota di Jawa.

Tak hanya itu, Gus Miftah juga menggalang dukungan dari kyai kampung se Jawa, 25 zona satu zona 1000 ribu kyai sehingga Gus Miftah mendapat julukan presiden kyai kampung dalam gerakan yang dinamai GM-08.

“Pengajian-pengajian saya gelar sampai pelosok, saya juga sowan-sowan kyai sepuh dan pesantren yang memiliki pengaruh,” tutup Gus Miftah.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali
Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan
Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026
Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Gerakan Eksternal Jelang Muktamar NU ke-35: Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah Dipertaruhkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Opini

Mengapa Banyak Pemimpin Sering Berlaku Arogan?

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:44 WIB