Pengamat Politik, Agus Wahid: Presidential Treshold Dihapuskan Saja

- Editor

Rabu, 3 November 2021 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Komunikasi Publik, Agus Wahid (kanan), saat menjadi pembicara di Podcast Bisik MaMu di LAVE Mall Bekasi

Pengamat Komunikasi Publik, Agus Wahid (kanan), saat menjadi pembicara di Podcast Bisik MaMu di LAVE Mall Bekasi

KOTA BEKASI, Mediakarya – Pengamat Komunikasi Publik, Agus Wahid, meminta agar presidential treshold atau ambang batas pencalonan Presiden sebesar 20-25 persen dihapuskan, agar memunculkan kandidat calon Presiden yang berkualitas.

“Usul saya, hal tersebut dihapuskan saja,” terang Agus, Selasa (2/11/2021).

Menurut dia, presidential treshold yang ada saat ini seperti memasung demokrasi, karena setiap warga negara yang kompeten berhak mengajukan dirinya atau pun mencalonkan dirinya.

“Setiap warga negara berhak mencalonkan dirinya,” katanya.

Karena saat ini calon Presiden biasanya diusung oleh partai besar atau gabungan partai besar, dan karena itu presidensial treshold dihilangkan saja menjadi nol persen.

Baca Juga:  Kuasa Hukum: Rekayasa Tembak Menembak Ferdy Untuk Selamatkan Bharada E

“Kalau bisa dihilangkan menjadi 0 persen,” usulnya.

Sementara itu, seperti dikutip dari antaranews.com, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia mengusulkan, agar presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden dapat turun menjadi 10-15 persen dari 20-25 persen untuk meningkatkan jumlah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Hal ini dilakukan agar memunculkan calon Presiden dan calon Wakil Presiden lebih banyak dalam keikutsertaan atau partipasinya dalam pemilu. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Haidar Alwi: Sapaan Prabowo ke KSP Jenderal Listyo Sigit Cerminkan Komunikasi Kepemimpinan yang Solid
Direktur Program Daksinapati UI Sebut Karhutla 2026 Bukan Takdir, Tapi Pembiaran dan Pengkhianatan Terhadap Negara
FX Rudi Ungkap Rentetan Kebohongan Jokowi yang Membuatnya Kecewa Hingga Pilpres
Analisis Charta Politika: APBN 2025-2026 Bukti Prabowo Bukan Penerus Jokowi
Pengamat Ini Bongkar Skenario Besar di Balik Lengsernya Airlangga dari Ketum Golkar
Bos Charta Politika Ungkap Dipanggil Prabowo Lewat Seskab Teddy, Tolak Tawaran Jabatan
Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga
Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Haidar Alwi: Sapaan Prabowo ke KSP Jenderal Listyo Sigit Cerminkan Komunikasi Kepemimpinan yang Solid

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Direktur Program Daksinapati UI Sebut Karhutla 2026 Bukan Takdir, Tapi Pembiaran dan Pengkhianatan Terhadap Negara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:13 WIB

FX Rudi Ungkap Rentetan Kebohongan Jokowi yang Membuatnya Kecewa Hingga Pilpres

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Analisis Charta Politika: APBN 2025-2026 Bukti Prabowo Bukan Penerus Jokowi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Pengamat Ini Bongkar Skenario Besar di Balik Lengsernya Airlangga dari Ketum Golkar

Berita Terbaru