KOTA BEKASI, Mediakarya – Jelang perayaan Imlek di Kota Bekasi, sejumlah personel Satpol PP siap diterjunkan ke sejumlah Vihara untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi Abi Hurairah saat dikonfirmasi Mediakarya.id, Senin (31/1/2022) membenarkan hal tersebut.
Ia menjelaskan, untuk peringatan Imlek yang jatuh pada 1 Februari 2022, warga yang melakukan peribadahan di Vihara atau Klenteng, maka akan dijaga langsung oleh personel Satpol PP Kota Bekasi.
“Untuk Vihara atau Klenteng yang jemaahnya cukup banyak atau mencapai ratusan dan melaksanakan peribadahan menyambut Imlek, maka diimbau dilakukan dengan cara bergantian dan akan dijaga 10 anggota Satpol PP,” tegas Abi.
Abi juga menjelaskan, bagi Vihara atau Klenteng yang jamaahnya melakukan peribadahan dibawah 500 orang, maka akan dijaga oleh 5 personel Satpol PP Kota Bekasi dibantu oleh stake holder lainnya.
“Dibawah 500 jamaah yang melakukan peribadahan sambut Imlek, maka akan dijaga 5 anggota Satpol PP Kota Bekasi,” katanya menambahkan.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga tetap mengingatkan kepada para jamaah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, peribadahan dibatasi dan peribadahan dilakukan secara bergantian dimana perorangan datang dan pergi serta giat hanya dilakukan hingga pukul 22.00 WIB dan yang terutama tidak ada perayaan malam tahun baru Imlek dan tidak ada pesta kembang api.
“Kami juga di lokasi tetap mengingatkan mereka yang merayakan Imleknya untuk tetap mematuhi aturan yang ada dan menerapkan prokes yang ketat,” kata Abi.
Terpisah, Ketua Pancaran Tridharma Kota Bekasi Ronny Hermawan mengatakan, untuk Imlek kali ini dimana masih dalam masa pandemi Covid-19, tidak ada perayaan secara khusus sebagai upaya mencegah penyebaran virusnya.
Hanya saja, kata Ronny, ada sebuah tradisi yang dilakukan saat Imlek dimana mereka melakukan silaturahmi, seperti yang muda mengunjungi yang tua.
“Tidak ada peringatan khusus saat Imlek nanti karena masih pandemi. Hanya saja, ada tradisi keluarga yang masih tetap dijalankan, yakni yang muda mendatangi yang tua,” tukasnya. (apl)











