Pernyatan Ganjar Beri Sinyal Internal PDI-P Pecah

- Penulis

Kamis, 3 November 2022 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist

Foto: Ist

JAKARTA, Mediakarya – Analis politik Irwan Suhanto menilai, rumor adanya keretakan di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) semakin menguat.

Hal itu dikatakan Irwan menyikapi pernyataan dukungan  Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Prabowo Subianto untuk maju pada pemilihan presiden 2024 mendatang.

“Padahal kita ketahui bersama bahwa Jokowi merupakan kader PDI-P. Kemudian struktural partai juga menginginkan agar Puan Maharani maju pada Pilpres mendatang. Tapi rupaya Jokowi tidak merespon dengan baik terhadap wacana pencalonan Puan itu,” kata Irwan kepada Mediakarya, Kamis (3/11/2022).

Sementara itu, kata Irwan, sebagaimana kerap di pertontonkan di ruang publik, selain memiliki kedekatan dengan Prabowo Subianto,  Jokowi juga mendukung Ganjar Pranowo untuk maju pada Pilpres 2024.

“Keakraban Jokowi dengan Ganjar memberi sinyal bahwa mantan wali kota Solo itu tidak mendukung Puan,” kata Irwan lagi.

Di sisi lain, DPP PDI-P sendiri memiliki aturan bahwa siapa pun yang akan maju sebagai Capres harus menunggu restu dari Ketum Megawati Soekarno Putri.

“Namun sepertinya orang di balik Ganjar tidak mau menerima begitu saja aturan sesuai dengan fatsun partai. Bahkan Ganjar terus bermanuver dan menyatakan kesiapannya untuk maju di Pilpres 2024. Kami menduga Ganjar tidak akan berani menyatakan itu jika tidak ada backup dari Jokowi,” katanya.

Labih lanjut kata Irwan, akibat manuver yang dilakukan Ganjar terkait dengan kesiapan dirinya untuk maju sebagai Capres di 2024, gubernur Jateng itu pun dikenakan sanksi teguran dari DPP PDI-P.

Baca Juga:  PDIP: Budiman Sudjatmiko tak Diberikan Sanksi Usai Bertemu Prabowo

Sanksi yang diberikan kepada Ganjar rupanya tidak menyurutkan Jokowi untuk mendukung orang di luar kader PDI-P untuk maju di Pilpers 2024. “Hal itu dibuktikan dengan pernyataan Jokowi yang mengatakan sejak awal telah memberi dukungan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto,” tandas Irwan.

Sebelumnya, pada acar Indodefence Expo di Jakarta, Rabu (2/11/2022) Presiden Jokowi menyatakan bahwa sejak awal telah memberi dukungan Prabowo Subianto.

Pengakuan Jokowi itu menjawab pertanyaan mengenai restu bagi Prabowo untuk 2024. Namun, Jokowi menjawab dalam konteks pemerintahan.

“Sudah sejak awal. Kok restu-restu? Sejak awal saya sampaikan mendukung beliau,” kata Jokowi di Indodefence Expo di Jakarta, Rabu (2/11).

Prabowo menimpali Jokowi, “Ini pertahanan.”

Setelah itu, Jokowi menjawab pertanyaan mengenai wejangan untuk Prabowo mempersiapkan diri menuju 2024. Jokowi berkata ia selalu bertukar pikiran dengan Prabowo.

“Kita saling tukar-menukar pikiran mengenai bagaimana indonesia ke depan. Saya kira biasalah, saya berbicara bukan sering ya terlalu sering dengan Pak Menhan itu,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden mereka. Gerindra menggandeng PKB untuk membentuk koalisi guna menyongsong 2024.

Meski demikian, koalisi itu belum menentukan pendamping Prabowo untuk Pilpres 2024. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar digadang-gadang akan menempati posisi itu. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional
BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?
STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus
Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni Dorong Daerah Perkuat Kemandirian Fiskal Lewat Inovasi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:38 WIB

Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:59 WIB

BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?

Berita Terbaru